Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Maret 2017 | 23.41 WIB

Dicurigai Hendak Menculik, Seorang Difabel Nyaris Dimassa

Nyaris DIMASSA: Triyono (dua dari kiri) bersama Kapolsek Genteng Kompol Wahyu Endrajaya. - Image

Nyaris DIMASSA: Triyono (dua dari kiri) bersama Kapolsek Genteng Kompol Wahyu Endrajaya.


JawaPos.com- Mochammad Fandi, 33 geram melihat anaknya menangis saat dijemput di sekolahnya SDN Kaliasin 1, Surabaya, Sabtu siang (18/3). Warga Peneleh, Surabaya itu pun langsung menanyai sang anak ada apa gerangan. Bocah kelas 6 SD itu kemudian menjawab kalau baru saja difoto orang yang tak dikenalnya.



Sontak, Fandi bergegas mencari orang tersebut. Bekalnya adalah petunjuk ciri-ciri orang tersebut yang diutarakan anaknya. Orang yang disebut anaknya itu ternyata berada di seberang jalan. Tak banyak bicara Fandi lantas mengejarnya. ”Saya kejar sampai depan gedung DPRD Surabaya,” terangnya.



Setelah berhasil mengejar orang tersebut, Fandi lalu menanyai orang itu. Dia juga memeriksa handphone milik orang tersebut. ”Ternyata ada banyak foto anak kecil di situ,” imbuhnya. Fandi pun curiga kalau pria tersebut berniat jahat. Apalagi, saat ini isu penculikan anak begitu marak.



Fandi yang curiga pun terus mencecar pertanyaan. Tapi, yang ditanya hanya terdiam. Situasi itu mengundang rasa penasaran orang yang melintas. Mereka lantas mendekat dan ikut bertanya. Massa pun geram dan nyaris memukuli pria yang kemudian diketahui bernama Triyono tersebut.



Beruntung ada anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang melintas. Dia kemudian mengamankan Triyono ke dalam gedung DPRD Surabaya. Setelah dirasa cukup aman, pria asal Gubeng, Surabaya itu lalu dibawa ke Mapolsek Genteng untuk dimintai keterangan.



Dari hasil pemeriksaan ternyata Triyono ini merupakan seseorang yang memiliki keterbelakangan mental. ”Setelah melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari tetangganya, ternyata Triyono ini memikiliki keterbelakangan mental. Triyono juga seseorang yang tuli dan bisu sejak lahir,” terang Kapolsek Genteng Kompol Wahyu Endrajaya.



Wahyu menjelaskan bahwa Triyono memang gemar foto-foto. ”Dari hp miliknya banyak sekali gambar. Ada kucing, gedung, tumbuhan, dan anak-anak. Semuanya difoto oleh Triyono ini,” ujarnya.



Polisi lantas memulangkan Triyono. Sebab, Triyono tidak terbukti melanggar pasal penculikan. Dia menghimbau agar masyarakat tidak gegabah saat menerima informasi. Polisi meminta masyarakat menelaah terlebih dahulu. (CR4/fim)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore