Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Maret 2017 | 15.27 WIB

Revitalisasi 20 Pasar Tradisional, Siapkan Rp 295 Miliar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pasar yang dinilai tidak layak di Jakarta masih cukup banyak. Buktinya, selama 2017 PD, Pasar Jaya merevitalisasi pembangunan 20 pasar. Rencana ini setelah masuknya dana penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 170 miliar.

"Pembangunan pasar tradisional ini diperkirakan akan menghabiskan biaya Rp 295 miliar," ujar Gatra Vaganza, selaku Asisten Manager Bidang Humas PD Pasar Jaya di Jakarta, kemarin (17/3).

Kekurangan dana tersebut akan diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) 2017 atau APBD DKI 2018 mendatang. "Sebanyak 20 pasar yang dibangun ini pasar kategori C, artinya pasar tradisional kecil yang direvitalisasi," kata Gatra.

Gatra menjelaskan, agar proses pembangunan bisa dimulai, tahap awal akan dibangun tempat penampungan sementara (TPS) untuk menampung pedagang. "Minimal pedagang sudah pindah ke TPS, sehingga proses pembangunan tetap sesuai jadwal," kata dia.

Adapun 20 pasar rakyat yang akan dibangun di Jakarta Pusat diantaranya Pasar Cideng Thomas, Pasar Gandaria, dan Pasar Paseban. Di Jakarta Utara ada Pasar Sungai Bambu dan Pasar Cilincing.

Plt Gubernur DKI Sumarsono akan melakukan perbaikan sarana pencegahan kebakaran di pasar yang ada di Jakarta. Belajar dari kasus kebakaran di Pasar Senen, Jakarta, api berkobar begitu cepat dan penanganan yang sulit karena sarana dan prasarana tak memadai.

"Pasar yang direvitalisasi akan dibenahi pencegahan kebakarannya," terangnya. Pihaknya akan  lakukan evaluasi mengenai kondisi pasar menyeluruh di Jakarta untuk mencegah kemungkinan kebakaran lagi, tidak hanya di Senen.

Sumarsono menerangkan, dia juga akan membantu menyelesaikan proses asuransi untuk pedagang juga pembangunan pasar. "Yang paling saya duga adalah faktor korsleting akibat arus pendek. Kemudian user sekarang dengan pemahaman listrik yang kurang cermat mereka sering nyambung-nyambung instalasi bikin colokan tanpa melihat aspek teknis kekuatan dari kabel ini sering sebabkan kebakaran," beber dia.

Kemudian, sarana prasarana yang ada harus minimal memenuhi standar bangunan, ada pintu evakuasi minimal dua. "Pintu yang bisa mobil kebakaran masuk. Apa karena fasilitas yang relatif kurang terkontrol dalam perizinan atau karena faktor manusianya. Dua faktor ini akan berinteraksi jadi penyebab. Dengan kejadian Pasar Senen ini kita akan evaluasi action konkret yang lebih komprehensif dan berjangka panjang sehingga kita nggak berulang berkali-kali," ucapnya.

Kondisi buruk pasar di Jakarta salah satunya ditemukan di Pasar Jambul di Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Para pedagang dan masyarakat kesal akses jalan masuk ke Pasar tersebut rusak parah. Sudah berbulan-bulan kondisi itu seolah dibiarkan berlarut-larut.

"Kondisi ini sudah sering dilaporkan namun tidak pernah ada tindak lanjut," kata salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya. Dirinya bahkan menyebut, jika turun hujan, jalanan itu berubah seperti kolam ikan. Warga dan masyarakat yang berbelanja sudah sering mengeluh kepada pengelola. "Sejauh ini belum ada kabar kapan jalan itu akan diperbaiki," pungkasnya. (wok/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore