Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Maret 2017 | 05.31 WIB

Nasib Yamashita di PBFC Tergantung Proses Penyembuhan

Kunihiro Yamashita masih harus menunggu untuk bisa mendapat kepastian nasibnya di PBFC. - Image

Kunihiro Yamashita masih harus menunggu untuk bisa mendapat kepastian nasibnya di PBFC.

JawaPos.com - Tak sedikit pendapat bahwa kekalahan Pusamania Borneo FC (PBFC) II 1-5 dari Arema FC di final Piala Presiden 2017 karena keluarnya Kunihiro Yamashita pada menit ke-29. Lini pertahanan menjadi timpang tanpa sosok leader berpaspor Jepang itu. Tak heran tim pelatih PBFC kepincut menggunakan jasa Yamashita di Liga 1.


Sialnya, pemain yang akrab disapa Yama itu tengah mengalami robek otot paha kanan akibat insiden pada final Piala Presiden 2017. Saat mendarat setelah berduel bola atas dengan lawan, tumpuannya justru menyakiti diri sendiri. Posisi betis terjulur melebihi kemampuan normal. Cedera tak terhindarkan.


"Cederanya cukup serius. Diperlukan penanganan fisioterapi setiap hari selama empat pekan," tutur Fisioterapis PBFC, Lutfinanda Amary Septiandi.


Saat kejadian di final, Yama sebenarnya ingin terus melanjutkan pertandingan. Namun, setelah ditanya apakah sang pemain bisa melakukan umpan jauh dan berlari, eks Yangon United itu tak bisa menyanggupi. Alhasil, pelatih Ricky Nelson langsung melakukan pergantian.


Cedera Yama berbeda dengan hamstring yang bermasalah di paha belakang. Kondisi yang dialaminya terjadi di paha bagian dalam. Indikasi kejadian tersebut adalah pemanasan yang kurang maksimal dan langsung agresif pada menit awal.


"Cedera Yama persis seperti yang dialami Terens Puhiri beberapa waktu lalu. Namun, apa yang dialami Yama lebih parah," tambahnya.


Ingin memastikan kondisinya parah atau tidak, Yama melakukan magnetic resonance imaging (MRI) di RS Abdi Waluyo, Jakarta, Rabu (16/3). Disebutkan Lutfinanda, hasilnya sama persis dengan apa yang dirincikannya. Ada robekan cukup serius di otot paha dalam.


Dilanjutkan Lutfinanda, Yama tetap berada di Jakarta untuk intensif melakukan fisioterapi. Setelah pulih, alumnus Poltekkes Kemenkes 3 Jakarta itu memastikan sang pemain langsung bertolak menuju Samarinda. "Alhamdulillah, liga masih satu bulan lagi. Ada waktu sembuh tepat waktu," imbuhnya.


Dukungan buat Yama datang dari Presiden PBFC Nabil Husein Said Amin. Sang bos berharap besar untuk kesembuhan Yama. Perkembangan sang pemain bakal dipantau hingga akhir bulan ini. Jika signifikan, bukan tidak mungkin kontrak anyar disodorkan. 


"Untuk sementara, saya belum bisa pastikan. Semua tergantung proses penyembuhan Yama selama di Jakarta. Untuk sementara, kami tahan dulu," pungkasnya. (*/abi/bby/k11/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore