
Pesta juara Arema akan berlanjut pada Minggu (19/3) dengan konsep Napak Tilas.
JawaPos.com - Pesta juara Arema FC dipastikan masih belum usai. Sebab, rencananya manajemen Singo Edan akan melanjutkan arak-arakan trofi Piala Presiden 2017 pada Minggu (19/3). Dengan konsep Napak Tilas Arema Juara, tim berjuluk Singo Edan ini ingin memfasilitasi euforia Aremania yang masih sangat tinggi.
Rencana Napak Tilas ini akan dimulai dari Kantor Arema, Jalan Kertanegara. Mengarah ke selatan melewati Alun-alun Merdeka, acara tersebut akan menuju ke selatan melewati Kacuk, Pakisaji, dan menuju Kepanjen. Setelah itu, perjalanan akan berlanjut ke timur, ke Gondanglegi, Talok, dan ke selatan ke arah Sumbermanjing Wetan. Rombongan Napak Tilas, akan berhenti di Harjokuncaran, tepatnya di Lapangan Harjokuncaran.
“Rencana awal dari Panpel Arema, rutenya seperti itu. Tetapi Jumat (17/3), kami akan berkordinasi dengan kepolisian dan Aremania, terkait kepastian rute yang akan dilalui Napak Tilas Arema Juara,” ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.
Menurut dia, adanya rencana Napak Tilas ini sekaligus menyalurkan keinginan Aremania, yang masih ingin menikmati atmosfir juara Piala Presiden 2017. Keberhasilan anak asuh Aji Santoso merebut gelar pramusim, dengan status yang tidak begitu diunggulkan sebelumnya, membuat Aremania berhasrat besar untuk menikmatinya dengan konvoi.
“Saat arak-arakan Selasa (14/3) lalu masih banyak Aremania yang tidak bisa ikut. Makanya, kami dari manajemen membuat rencana itu untuk memenuhi keinginan mereka juga dan membuat suasana jalan di Malang lebih kondusif,” ungkap dia.
Hal itu, berkaca dengan kejadian musim lalu. Saat Arema mendapatkan trofi Piala Bhayangkara 2016, beberapa hari Aremania menggelar konvoi tidak resmi di jalanan Malang Raya. Banyak yang mengeluhkan hal itu, karena euforia Aremania berlangsung berhari-hari sampai akhirnya manajemen mengumumkan akan menggelar kegiatan Napak Tilas sebagai helatan resmi Arema.
“Tahun ini kami antisipasi juga. Sehingga, Aremania tidak melakukan konvoi di luar acara Minggu nanti. Waktu arak-arakan kemarin, mereka juga tertib langsung buyar begitu acara selesai. Kami inginkan yang seperti itu,” tambah pria yang juga Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut.
Menurut dia, usai juara Piala Presiden 2017 lalu, minim keluhan dari masyarakat. Sebab, manajemen sudah mengumumkan akan adanya acara arak-arakan dan Napak Tilas yang resmi digelar oleh Arema.
Sementara itu, dia mengakui, jika acara Napak Tilas Arema Juara dengan menuju tempat finish di Sumbermanjing Wetan tersebut, sekaligus memenuhi permintaan dari salah satu korwil Aremania, yakni Aremania Sumawe.
“Kebetulan, korwil Sumawe juga menggelar HUT. Ketika kami pertimbangkan untuk mengombinasikan acara manajemen, akhirnya kami sepakat menggelar Napak Tilas dengan tujuan finish ke lapangan di Harjokuncaran,” urai dia panjang lebar.
Dia memastikan, meski acara akan berlangsung di jalur sempit di kawasan Malang Selatan, manajemen klub, presiden klub bahkan perwakilan pemain akan datang. Sedangkan untuk konsep acara sudah diatur pula oleh Korwil Sumawe.
“Pastinya dengan adanya hiburan dan serangkaian acara untuk merayakan kemenangan akan membuat acara semakin meriah.Band Can A Rock akan terlibat penyambutan tropi beserta pemain, juga sambutan dari presiden klub Arema,” tambah dia.
Sementara itu, Media Officer Arema, Sudarmaji menuturkan, Napak Tilas Arema Juara ini ingin mengulang acara yang sukses di tahun lalu. Sebab, acara tersebut juga sebagai sosialisasi kepada Aremania untuk mengajarkan budaya tertib lalu lintas di kalangan suporter.
Beberapa gambaran teknis dan imbauan juga telah disiapkan demi menjaga keamanan dan ketertiban agar acara napak tilas berjalan lancar.”Peserta napak tilas akan diberi sticker. Kita juga akan memberikan batasan jam untuk acara ini mengingat puncak acara ada di selatan Kota Malang,” paparnya.
Imbauan safety riding ini dengan tegas disampaikan kepada Aremania yang akan ikut serta dalam acara napak tilas. Seperti wajib berhelm, dilarang berboncengan tiga dan tidak membawa bendera berukuran raksasa yang membahayakan pengendara lainnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
