
Direktur Olahraga Jamal Al Rasyid (kanan) meminta Persiba Balikpapan tak ciut meski minim pemain bintang.
JawaPos.com - Meski minim pemain bintang, Persiba Balikpapan diminta tidak berkecil hati. Peluang meraih prestasi tertinggi masih sangat terbuka.
Berkaca dari gelaran Indonesia Super League 2009-2010, atau saat Beruang Madu -julukan Persiba- sukses meraih prestasi sepanjang sejarah klub dengan mengandalkan pemain muda dan pastinya belum punya nama mentereng.
Sebut saja Alif Maulana, Aidin Elmi, M Hatta, dan Stevanus Bungaran. Jebolan PON Kaltim Sultan Samma dan Eddy Gunawan. Ditambah trio PSIS Semarang Johan Yuga Utama, Hendro Siswanto dan Feri Ariawan.
“Nama-nama ini saat masuk Persiba usianya sekitar 19 sampai 22 tahun. Otomatis mereka masih minim jam terbang dan belum punya nama. Tapi, hasilnya luar biasa,” kata Direktur Olahraga Persiba, Jamal Al Rasyid, Rabu (15/3) kemarin.
Pria yang juga menjabat sebagai manajer Persiba di masa keemasan tersebut menuturkan, pengelolaan tim yang apik menjadi salah satu penyebab kesuksesan. Manajemen dan tim pelatih mampu melakukan pendekatan dengan pemain secara maksimal. “Kami sering ngobrol dari hati ke hati. Memberi motivasi dan benar-benar menyerahkan Persiba ke tangan pemain,” tuturnya.
“Saya bersama pelatih kepala Daniel Roekito, Haryadi, Otnel Udan, serta Asisten Manajer Paman Gareng (Bahruddin) rutin mengajak diskusi pemain terkait tim. Bahkan, saya mewajibkan diri sendiri untuk selalu hadir di saat tim melakukan latihan sekecil apapun. Begitu juga dengan asisten manajer,” ungkap Jamal.
Mengapa ini dilakukan? Jamal menegaskan, ini bentuk komitmen dirinya dan asisten manajer agar semua yang ada di tim merasa diperhatikan. Suka maupun duka dilalui bersama. Dari situ manajemen membentuk kebersamaan di dalam tim. Terkadang tanpa sepengetahuan pemain, tengah malam, Jamal dan Paman Gareng datang ke mes untuk mengontrol pemain.
“Ini untuk memastikan tidak ada pemain yang keluyuran malam. Alhamdulillah, tidak ada karena semua pemain menjalankan komitmen yang saya buat sejak awal. Pemain muda merasa terayomi,” beber Jamal.
Untuk internal kepengurusan, komunikasi manajer dan tim pelatih juga berjalan lancar. Segala keputusan selalu diambil secara mufakat. “Untuk urusan tim, saya selalu memiliki catatan. Terutama saat tim melakoni laga away. Semua terkontrol. Ini yang membuat kami perkasa di luar,” tuturnya.
Intinya, membangun kebersamaan. Membuat anak-anak muda memiliki kepercayaan diri dan benar-benar diberi keleluasaan dalam menampilkan kemampuan yang dimiliki. Terlebih dengan regulasi yang baru, di mana setiap tim wajib menurunkan tiga pemain muda di babak pertama.
“Semua elemen harus terus memberi dukungan ke anak-anak muda. Saya yakin kalau kebersamaan sudah terbentuk, 50 persen raihan prestasi sudah di tangan,” pungkas Jamal. (ndu/is/ira/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
