Sabtu, 24 Jun 2017
Bisnis

Panen di Wilayah Perbatasan, Menteri Amran Dianugerahi Gelar Adat

Selasa, 14 Mar 2017 13:03 | editor : Ilham Safutra

Menteri Pertanian Diberi Gelar Adat oleh masyarakat adat Kabupaten Belu.

Menteri Pertanian Diberi Gelar Adat oleh masyarakat adat Kabupaten Belu. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk panen jagung dan kacang tahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapat gelar adat dari masyarakat setempat.

Dengan gelar Amana'i yang disematkan ke dirinya itu, maka Amran dianggap sebagai keturunan raja oleh masyarakat adat Kabupaten Belu.

Saat datang, Amran disambut dengan tari Likurai yang merupakan tari penyambutan dan penghormatan. Kemudian Amran langsung dipakaikan baju dan kain adat oleh masyarakat Belu.

Amran mengapresiasi gelar tersebut sebagai amanah untuk menggenjot jumlah produksi pertanian di Kabupaten Belu dan Malaka sebagai wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Di daerah perbatasan ini sedikitnya ada 100 hektar (ha) lahan jagung dan 25 ha lahan kacang tanah yang siap panen.

"Gelar Amana'i ini bukan gelar sembarang. Kalau enggak ada perubahan, maka gelar Amana'i ini wajib diletakkan kembali. Kami jadi masyarakat Belu dan Malaka hari ini, saya juga jadi warganya Pak Gubernur NTT," kata Amran di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/3).

Atas gelar adat yang diterima itu, Amran siap melakukan perubahan terhadap hasil pertanian daerah setempat. Bila tidak berkembang, maka dia akan meletakkan gelar tersebut.

Untuk itu, dia meminta seluruh masyarakat jangan malas untuk melakukan gerakan tanam jagung dan hortikultura lainnya untuk memajukan wilayah perbatasan. "Kami ingin galakkan gerakan tanam jagung dan kacang ini terus dilakukan. Ini bukan lagi permintaan tapi instruksi saya sebagai Amana'i," tukasnya tertawa. (cr1/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia