
Ilustrasi
JawaPos.com - Tim Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Selatan menemukan sebanyak 79 spanduk di 10 kecamatan di Wilayah Jakarta Selatan, yang sifatnya SARA, Provokasi, dan tidak mendidik. Puluhan spanduk tersebut diturunkan oleh warga setempat dan Satpol PP dikawal Kepolisian.
"Ini ada kejadian, ada orang meninggal dunia. Dari segi diduga dari efek spanduk. 79 spanduk larangan kita turunkan dari 10 kecamatan. Termasuk yang di Pondok Pinang korbannya Pak Yoyo yang kini masih dalam suasana duka. Prinsipnya kita lakukan pencegahan," ujar Ketua Panwaslu Jakarta Selatan Ari Mashuri di ruang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Panwaslu Jakarta Selatan, Senin (13/3).
Karena efek spanduk yang terpasang di masjid, warga setempat dilibatkan agar menurunkan spanduk larangan itu. "Semalam juga kita didampingi pihak Kepolisian. Kejadian ini cukup sekali saja dan prinsipnya semua atribut yang menyebabkan perpecahan dan SARA kita turunkan," tegas Ari.
Panwaslu Jakarta Selatan juga memanggil korban di Pondok Pinang dan pihak RT, serta Panitia Pengawas Kecamatan. Mekanisme pemanggilan bisa di rumah korban dan Panwascam dengan meminta keterangan terkait kejadian itu. "Atau kita jemput bola. Karena ini sifatnya temuan," tambah Ari.
Pastinya, sambung Ari, Panwaslu Jakarta Selatan akan telusuri siapa yang membuat surat pernyataan tersebut. "Yang membuat siapa ini yang belum kita tahu, inisiatif siapa, dan bagaimana prosesnya. Karena ada parafnya, kendati sempat tertunda disalatkan sekitar 1 jam 30 menit," urai dia.
Sedangkan kasus serupa di wilayah Setiabudi, hingga kini belum ditemukan. "Untuk spanduk larangan yang sifatnya SARA, provokasi, kita dapatkan informasi dari masyarakat," tandas dia. Terkait dengan banyaknya temuan spanduk ini, Panwaslu Jakarta Selatan juga akan rapatkan dengan Kepolisian dan pihak Kejaksaan.
Diberitakan sebelumnya, Yoyo Sudaryo, 56, seorang warga RT 05/02, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, dipaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih salah satu paslon pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran dua.
Hal itu wajib dilakukan Yoyo jika ingin jenazah orangtuanya, Siti Rohbaniah, 74, disalatkan oleh pengurus salah satu masjid di Pondok Pinang. Yoyo dan keluarganya diduga dituding sebagai pendukung paslon Ahok-Djarot. (ibl/yuz/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
