
Ilustrasi
JawaPos.com – Berfoto selfie harusnya tetap hati-hati, apalagi selfie di tepi jurang atau pun di tepi sungai dan telaga, bisa-bisa terpeleset dan jatuh, nyawa taruhannya. Itulah yang terjadi pada Melinda Rahma Damayanti, 16, Siswi SMK Bhinneka Karya ini, dari Desa Simo Kecamatan Simo, Boyolali. Saat melakukan selfie di kedung (seperti telaga tapi lebih kecil, red) kakinya terpeleset dan jatuh ke air. Karena tak bisa berenang, gadis ini tenggelam dan nyawanya tak tertolong, sekitar pukul 10.30, Minggu (12/3).
Peristiwa itu berawal saat Melinda pamit kepada orang tuanya untuk bermain di Kedung Bowong, Dusun/Desa Gunung, Kecamatan Simo bersama teman-temannya. Karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sang ibu, Waljinem, 45, memberikan izin. Sesampainya di tempat yang pemandangannya cukup indah itu, gadis 16 tahun tersebut foto-foto menggunakan smartphone. Mereka bergantian memotret, serta selfie di pinggir kedung yang tepinya berbatu-batu. Diduga karena keasyikan, Melinda tak sadar posisinya berada di bibir kedung.
”Saat mau foto, korban ini mundur- mundur untuk mencari angle yang paling pas,” jelas Kapolsek Simo AKP Agung Raharjo. Nahas, Melinda terpeleset dan terjun ke kedung. Teman-temannya berusaha menolong karena Melinda tidak bisa berenang.
Sambil berusaha menolong, teman-temannya itu beteriak-teriak minta tolong. Lalu ada warga sekitar, Suroyo dan Tohyani, yang kebetulan berada di sawah tak jauh dari lokasi kejadian, bergegas menuju kedung memberikan pertolongan.
”Tapi saat diangkat, korban sudah tak sadarkan diri,” terang Agung. Anggota polsek Simo yang tiba di lokasi segera membawa Melinda ke RSUD Simo untuk diperiksa. Tapi sayang, Melinda dinyatakan telah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda penganiayaan. Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Solo, kedung Bowong yang terletak tak jauh dari permukiman penduduk jarang dikunjungi warga sekitar karena lokasinya dinilai kurang strategis dan layaknya sungai pada umumnya.
Namun, sebulan ini, foto-foto lokasi kedung banyak tersebar di media sosial sehingga mengundang rasa penasaran warga luar desa. ”Warga sini malah jarang ke sana (kedung, Red). Yang banyak justru dari luar desa,” ucap Ali Fahrudin, 34, warga setempat.
Pengunjung kedung Bawong, imbuh Ali, mayoritas para remaja. Mereka menghabiskan waktu di tempat tersebut untuk foto- foto. ”Paling ramai kalau hari Minggu. Belum ada yang mengelola karena memang ramainya baru-baru ini,” terang dia. Kecelakaan air di kedung Bawong baru kali pertama terjadi kemarin. Sebab itu, Ali dan warga lainnya mengimbau pengunjung agar lebih berhati- hati. (wid/wa/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
