Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Maret 2017 | 01.55 WIB

Gadis ini Keasyikan Selfie, Nyawa Melayang

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Berfoto selfie harusnya tetap hati-hati, apalagi selfie di tepi jurang atau pun di tepi sungai dan telaga, bisa-bisa terpeleset dan jatuh, nyawa taruhannya. Itulah yang terjadi pada Melinda Rahma Damayanti, 16, Siswi SMK Bhinneka Karya ini, dari Desa Simo Kecamatan Simo, Boyolali. Saat melakukan selfie di kedung (seperti telaga tapi lebih kecil, red) kakinya terpeleset dan jatuh ke air. Karena tak bisa berenang, gadis ini tenggelam dan nyawanya tak tertolong, sekitar pukul 10.30, Minggu (12/3). 


Peristiwa itu berawal saat Melinda pamit kepada orang tuanya untuk bermain di Kedung Bowong, Dusun/Desa Gunung, Kecamatan Simo bersama teman-temannya. Karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sang ibu, Waljinem, 45, memberikan izin. Sesampainya di tempat yang pemandangannya cukup indah itu, gadis 16 tahun tersebut foto-foto menggunakan smartphone. Mereka bergantian memotret, serta selfie di pinggir kedung yang tepinya berbatu-batu. Diduga karena keasyikan, Melinda tak sadar posisinya berada di bibir kedung.


”Saat mau foto, korban ini mundur- mundur untuk mencari angle yang paling pas,” jelas Kapolsek Simo AKP Agung Raharjo. Nahas, Melinda terpeleset dan terjun ke kedung. Teman-temannya berusaha menolong karena Melinda tidak bisa berenang.


Sambil berusaha menolong, teman-temannya itu beteriak-teriak minta tolong. Lalu ada warga sekitar,  Suroyo dan Tohyani, yang kebetulan berada di sawah tak jauh dari lokasi kejadian, bergegas menuju kedung memberikan pertolongan.


”Tapi saat diangkat, korban sudah  tak sadarkan diri,” terang Agung. Anggota polsek Simo yang tiba di lokasi segera membawa Melinda ke RSUD Simo untuk diperiksa. Tapi sayang, Melinda dinyatakan telah meninggal dunia.


Hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda penganiayaan. Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Solo, kedung Bowong yang terletak tak jauh dari permukiman penduduk jarang dikunjungi warga sekitar karena lokasinya dinilai kurang strategis dan layaknya sungai pada umumnya.


Namun, sebulan ini, foto-foto lokasi kedung banyak tersebar di media sosial sehingga mengundang rasa penasaran warga luar desa. ”Warga sini malah jarang ke sana (kedung, Red). Yang banyak justru dari luar desa,” ucap Ali Fahrudin, 34, warga setempat.


Pengunjung kedung Bawong, imbuh Ali, mayoritas para remaja. Mereka menghabiskan waktu di tempat tersebut untuk foto- foto. ”Paling ramai kalau hari Minggu. Belum ada yang mengelola karena memang ramainya baru-baru ini,” terang dia. Kecelakaan air di kedung Bawong baru kali pertama terjadi kemarin. Sebab itu, Ali dan warga lainnya mengimbau pengunjung agar lebih berhati- hati. (wid/wa/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore