
ILUSTRASI
JawaPos.com - Kelakuan dua remaja yang melakukan mesum di dala fitting room Lotte Mart Pakuwon Mall Surabaya beberapa waktu itu memang tak pantas ditiru. Namun, tidak sepantasnya memperlakukan dua muda-mudi itu secara semena-mena seperti yang dilakukan para security mal tersebut.
Dalam video berdurasi hampir dua menit itu, dua remaja yang masih tercatat duduk di bangku SMA ini dibentak-bentak dan dipaksa keluar oleh security. Bahkan, keduanya pun tidak diperbolehkan menggunakan pakaian lengkap saat digelandang keluar dari fitting room menuju ruang pemeriksaan.
Padahal saat digelandang keluar, keadaan mal saat itu sedang ramai pengunjung. Sang wanita pun sempat protes karena malu dirinya tidak memakai celana saat digelandang dan dilihat banyak orang. Namun, para security yang menggelandang itu seolah-olah tutup telinga akan hal itu. Sang security malah acuh dan membiarkan remaja yang masih memilki masa depan panjang ini menanggung malu yang luar biasa hebat.
Banyak pihak yang menyayangkan perlkuan semena-mena ini. Tak terkecuali Kasatreskrim Polrestabes Suabaya, AKBP Shinto Shilitonga.
Shinto menganggap perlakuan security yang melakukan penggerebekan itu berlebihan. “Mereka menggelandang dua remaja sepanjang 100 meter lebih dalam keadaan setengah telanjang dan melarang mereka untuk mengenakan celananya. Itu perlakuan yang over!,” ucapnya.
Padahal, dua muda-mudi tersebut tidak pantas diperlakukan seperti itu. “Memergoki orang berbuat mesum, secara etika dan hukum, keduanya pantas diberikan hak-haknya yakni praduga tak bersalah,” terang Shinto
Jadi, menurut Shinto, security yang perlakuan security terhadap dua remaja tersebut sudah salah. “Harusnya tidak boleh merekam, tidak menarik keluar, apalagi tidak diperbolehkan berpakaian lengkap,” tuturnya.
Hingga kini Shinto mengaku telah memeriksa sebelas orang saksi dari pihak security dan Lotte Mart dan menahan 26 hp yang akan diperiksa di laboratorium forensik untuk mengungkap pelanggaran UU ITE dan Pornografi. Shinto berjanji tidak akan pandang bulu terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran undang-undang tersebut. “Setelah hasil lab keluar, dan cukup barang bukti, akan kami gelar kasus perkaranya,” ucap lulusan Akpol tahun 1999 itu. (cr4)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
