Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Maret 2017 | 17.53 WIB

Percepat Proyek LRT, Adhi Karya Terbitkan Surat Utang, Ini Jumlahnya

Proyek LRT Cibubur-Cawang - Image

Proyek LRT Cibubur-Cawang

JawaPos.com - Demi memercepat proyek light rail train (LRT), BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana menerbitkan obligasi atau surat utang sebesar Rp 3,5 triliun pada semester I 2017.


"Obligasi ini bagian dari penerbitan umum berkelanjutan. Pada tahun berikutnya akan diterbitkan lagi sebesar Rp 1,5 triliun," kata Direktur Keuangan Adhi Karya, Harris Gunawan, seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Senin (13/3).


Adapun perolehan dana hasil obligasi itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek LRT. Hingga saat ini, proses penerbitan obligasi sedang berlangsung dengan menunjuk penjamin emisi diantaranya Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Securities dan BCA Sekuritas.


Namun demikian, perseroan belum bisa menyebutkan bunga obligasi yang akan diterbitkan BUMN konstruksi ini. "Obligasi yang diterbitkan berjangka waktu tujuh tahun. Bunga obligasi indikatif masih dalam penghitungan," terangnya.


Harris menambahkan, obligasi tersebut masih dalam proses pemeringkatan oleh lembaga peringkat Pefindo. Sekadar informasi, Adhi Karya ditunjuk sebagai kontraktor LRT Jabodebek dengan total nilai kontrak sebesar Rp 19,5 triliun. Sebesar 30 persen diantaranya dibiayai oleh ADHI atau sekitar Rp 6 triliun. Sehingga Adhi Karya membutuhkan pendanaan lebih besar lagi. "Kami sedang menjajaki pinjaman dari Bank BUMN, Mandiri, BNI, BRI, termasuk dari Sarana Multi Infrastruktur," pungkasnya.


Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memutuskan untuk membagikan dividen ke pemegang saham Rp 26,40 per saham atau sebesar 30 persen dari laba bersih di akhir 2016 sebesar Rp 313,45 miliar.


Jika dihitung, perseroan secara total membagikan dividen sebesar Rp 94,03 miliar untuk tahun buku 2016. "Kami membagikan dividen Rp 26,40 per saham 30 persen dari laba bersih," ujar Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto.


Adapun pembagian dividen akan dilakukan 30 hari setelah RUPS digelar sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan pembagian dividen perusahaan terbuka atau emiten. "Akan dibagikan sesuai peraturan OJK," tutur Budi Harto.


Jika menilik laporan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2016, laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 32,4 persen bila dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun sebelumnya.


Laba bersih Adhi Karya tercatat sebesar Rp 313,45 miliar di 2016, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 463,68 miliar. Laba bersih tersebut tergerus disebabkan tumbuhnya beban pokok pendapatan hingga 18,23 persen dari Rp 8,41 triliun menjadi Rp 9,94 triliun.


Hal itu juga diikuti oleh peningkatan jumlah beban usaha menjadi Rp 455,97 miliar atau naik 15,29 persen dari Rp 395,49 miliar. Jumlah beban usaha ini terdiri dari kenaikan penjualan hingga menjadi Rp 22,07 miliar, serta beban usaha umum dan administrasi menjadi Rp 433,9 miliar.


Sementara itu, pendapatan usaha meningkat pada 2016 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan usaha Adhi Karya naik 17,82 persen menjadi Rp 11,06 triliun dari sebelumnya Rp 9,38 triliun.


Adapun jumlah aset Adhi Karya juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 19,89 persen menjadi Rp 16,76 triliun menjadi Rp 20,09 triliun. Untuk jumlah liabilitas sendiri meningkat menjadi Rp 14,65 triliun atau naik 26,33 persen dari tahun 2015 sebesar Rp 11,59 triliun. (ers/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore