Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Maret 2017 | 15.40 WIB

Incar Dana dari Bursa, Delapan BUMN IPO Tahun Depan

Ilustrasi gedung Kementerian BUMN - Image

Ilustrasi gedung Kementerian BUMN

JawaPos.com - Dua perusahaan milik negara dikabarkan bakal melakukan sekuritisasi aset tahun ini. Yakni, operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Indonesia Power, anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

Dua perusahaan pelat merah itu disebutkan berencana melakukan sekuritisasi aset di pasar modal dengan target dana Rp 12 triliun. JSMR menargetkan dana Rp 2 triliun, sedangkan Indonesia Power Rp 10 triliun. 

Sekuritisasi aset umumnya dilakukan dengan melepas aset produktif dan dananya digunakan untuk menggarap proyek baru atau membiayai ekspansi. Aksi korporasi dua perusahaan milik negara tersebut dilakukan pada kuartal II mendatang. 

"Salah satu pembangkit kita monetisasi. Itu PT Indonesia Power, anaknya PLN. Saya undang agen karena yang dicari besar, Rp 10 triliun," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro di Bali akhir pekan lalu.

Selain itu, kata dia, sembilan anak usaha dipastikan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun ini. Pada 2018 akan ada delapan anak usaha BUMN lagi yang akan melakukan IPO. "Kalau perencanaannya itu sudah lama. Kami buat rencana IPO secara bertahap," lanjut Aloy.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, sembilan anak usaha BUMN yang akan melakukan IPO adalah PT Tugu Pratama Indonesia yang merupakan anak usaha PT Pertamina. Selain itu, ada tiga anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), yakni PT PP Peralatan, PT PP Urban, dan PT PP Energi. 

PT Wika Realty dan PT Wika Gedung yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dikabarkan juga akan melaksanakan IPO. Demikian pula dengan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yaitu PT Garuda Maintenance Facility, anak usaha PT Pelindo II, yaitu PT Jasa Armada Indonesia, serta PT Indonesia Power juga disebut-sebut sedang menyiapkan diri untuk menjadi perusahaan terbuka.

Dana yang diincar pemerintah dari aksi IPO tersebut Rp 20 triliun. Jumlah saham yang akan ditawarkan ke publik 20-25 persen. 

Aloy menyatakan, perencanaan IPO dilakukan tidak hanya bertahap secara tahunan, tetapi juga kuartalan. "Ada yang kuartal I, II, III, IV, sudah kami atur. Ini bukan swastanisasi BUMN lho ya, kita jangan berpikir seperti itu. Ini untuk alternatif pendanaan," ucapnya.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyambut baik rencana pemerintah mencari alternatif pendanaan di pasar modal, baik dalam bentuk sekuritisasi aset maupun IPO. Hal itu bisa mendukung pembangunan infrastruktur yang tidak bisa mengandalkan APBN saja. "Mungkin akan oversubscribed (kelebihan permintaan)," ujarnya. (rin/c21/noe)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore