
Ilustrasi gedung Kementerian BUMN
JawaPos.com - Dua perusahaan milik negara dikabarkan bakal melakukan sekuritisasi aset tahun ini. Yakni, operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Indonesia Power, anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dua perusahaan pelat merah itu disebutkan berencana melakukan sekuritisasi aset di pasar modal dengan target dana Rp 12 triliun. JSMR menargetkan dana Rp 2 triliun, sedangkan Indonesia Power Rp 10 triliun.
Sekuritisasi aset umumnya dilakukan dengan melepas aset produktif dan dananya digunakan untuk menggarap proyek baru atau membiayai ekspansi. Aksi korporasi dua perusahaan milik negara tersebut dilakukan pada kuartal II mendatang.
"Salah satu pembangkit kita monetisasi. Itu PT Indonesia Power, anaknya PLN. Saya undang agen karena yang dicari besar, Rp 10 triliun," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro di Bali akhir pekan lalu.
Selain itu, kata dia, sembilan anak usaha dipastikan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun ini. Pada 2018 akan ada delapan anak usaha BUMN lagi yang akan melakukan IPO. "Kalau perencanaannya itu sudah lama. Kami buat rencana IPO secara bertahap," lanjut Aloy.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, sembilan anak usaha BUMN yang akan melakukan IPO adalah PT Tugu Pratama Indonesia yang merupakan anak usaha PT Pertamina. Selain itu, ada tiga anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), yakni PT PP Peralatan, PT PP Urban, dan PT PP Energi.
PT Wika Realty dan PT Wika Gedung yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dikabarkan juga akan melaksanakan IPO. Demikian pula dengan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yaitu PT Garuda Maintenance Facility, anak usaha PT Pelindo II, yaitu PT Jasa Armada Indonesia, serta PT Indonesia Power juga disebut-sebut sedang menyiapkan diri untuk menjadi perusahaan terbuka.
Dana yang diincar pemerintah dari aksi IPO tersebut Rp 20 triliun. Jumlah saham yang akan ditawarkan ke publik 20-25 persen.
Aloy menyatakan, perencanaan IPO dilakukan tidak hanya bertahap secara tahunan, tetapi juga kuartalan. "Ada yang kuartal I, II, III, IV, sudah kami atur. Ini bukan swastanisasi BUMN lho ya, kita jangan berpikir seperti itu. Ini untuk alternatif pendanaan," ucapnya.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyambut baik rencana pemerintah mencari alternatif pendanaan di pasar modal, baik dalam bentuk sekuritisasi aset maupun IPO. Hal itu bisa mendukung pembangunan infrastruktur yang tidak bisa mengandalkan APBN saja. "Mungkin akan oversubscribed (kelebihan permintaan)," ujarnya. (rin/c21/noe)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
