
Surabaya Bhayangkara Samator susah payah mengalahkan Batam SIndo BVN.
JawaPos.com - Juara bertahan tim putra, Surabaya Bhayangkara Samator, ngos-ngosan untuk mengalahkan Batam Sindo BVN, Sabtu (11/3) malam di GOR Kertajaya. Samator harus menjalani lima set untuk mengalahkan BVN dengan skor 3-2 (25-10, 21-25, 25-19, 23-25, dan 15-13).
Meski BVN biasanya hanya menjadi sasaran empuk tim-tim Proliga, Samator justru kesulitan untuk mengalahkannya. Konfidensi BVN melonjak ketika mereka mengalahkan Samator di set kedua. Meski kalah di set ketiga, namun BVN masih membuat Samator memeras keringat.
Secara mengejutkan Samator tumbang di set keempat. Samator gagal menjaga keunggulan yang sempat mereka catat. Sampai akhirnya mereka berhasil disusul dan dikalahkan oleh BVN dengan skor tipis 23-25. Kedudukan 2-2 membuat pertandingan akhirnya berjalan lima set.
Kedua tim saling kejar poin di set pamungkas. Begitu banyak kesalahan yang dilakukan pemain Samator di set kelima. Kesalahan itu harus dibayar mahal sebab berbuah poin untuk BVN. Lewat sebuah keberuntungan dari Yuda Mardiansyah Putra, Samator menang 15-13.
Kredit khusus layak diberikan pada pemain asing BVN Rodrigo Santos dan Pedro Luis Garcia Toribio. Rodrigo dan Pedro tampil sangat baik di partai ini. Tanpa mengecilkan peran pemain lainnya, Rodrigo dan Pedro merupakan mesin poin BVN. Lebih dari 60 persen serangan BVN selalu dimulai dari aksi dua pemain bertulit legam itu.
Pelatih Samator Ibarsyah Djanu Tjahjono sangat bersyukur bisa keluar dari lubang jarum BVN. Ia akhirnya bernafas lega karena mengamankan satu tempat ke final four. "Setelah dua kali kalah di Gresik, kunci masuk ke empat besar adalah pertandingan hari ini," jelas mantan pelatih Tim Nasional Indonesia itu.
Ibarsyah mengajui jika permainan timnya belum normal seperti putaran pertama. Apalagi setelah dua kekalahan di Gresik, Samator berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. "Hari ini lawan main luar biasa. Tapi Samator lucky-nya juga luar biasa," ulas Ibarsyah.
Sementara itu kubu BVN kesal dengan kekalahan ini. Sebab mereka sebenarnya telah yakin mampu mengalahkan Samator.
"Sebenarnya kami bisa mengambil pertandingan ini. Terlepas wasit juga manusia, kami terlalu banyak dirugikan wasit. Itu membuat pemain kami emosi. Harusnya kami menang 3-2. Seandainya atlet kami tak emosi, harusnya menang," ulas I Nyoman Sudiantara, asisten pelatih BVN. (saf/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
