
Semua berawal saat melihat mantan fisioterapis Timnas Indonesia, Matias Ibo
JawaPos.com - Kehadiran fisioterapis dalam sebuah tim menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Perannya sebagai pendamping pemain cedera sangat dibutuhkan oleh pelatih. Dari tangannya, cedera pemain bisa lebih cepat dipulihkan.
Bicara soal fisioterapis, ada satu sosok yang telah menjadi bagian dari Mitra Kukar sejak 2014. Adalah La Ode Abdul Kadir yang memegang peran tersebut.
Kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), Jumat (10/3), pria berusia 25 tahun itu menceritakan awal mula dirinya meniti karier sebagai fisioterapis. Semua berawal saat melihat mantan fisioterapis Timnas Indonesia, Matias Ibo, yang saat ini bekerja untuk Semen Padang.
Saat itu Ibo acapkali diliput oleh media nasional karena bisa mendampingi pelatih sekaliber Alfred Riedl. Kadir melihat Ibo tampak keren dan makin populer sebagai fisioterapis. "Saya melihat Ibo keren sekali. Dengan gagahnya dia memperkenalkan diri di televisi dan menyebut dirinya fisioterapis timnas," kenang Abdul Kadir.
Dari situ timbul keinginan besar untuk mengikuti jejak sang idola. Tapi, untuk menjadi seperti saat ini, ada beberapa fase yang harus dilalui Kadir. Setelah lulus kuliah pada 2013, dia tak lantas menjadi fisioterapis tim sepak bola. "Saya bekerja dulu di klinik olahraga di Surabaya," jelas Kadir.
Sembari bekerja di klinik tersebut, Kadir dipercaya menangani tim PON Bali sebagai fisioterapis awal 2014. Setelah itu, dia kembali bekerja di klinik. Pada 2014 rupanya jadi tahun keberuntungan bungsu dari enam saudara itu. TC timnas di Sidoarjo menjadi berkah tersendiri baginya.
Saat itu Zulkifli Syukur yang berstatus kapten tim Mitra Kukar yang tengah menjalani TC di Sidoarjo menjadi salah satu pasiennya. Berawal dari pertemuan tersebut, komunikasi intens dijalin Kadir. Walhasil, Zulkifli memperkenalkan Kadir dengan manajemen Mitra Kukar.
Tak butuh waktu lama, pada tahun yang sama Kadir menjadi bagian dari tim Kota Raja. Namun, kebersamaannya bersama Naga Mekes tidak berlangsung lama. Sebab, kompetisi resmi 2015 tidak berjalan lantaran PSSI dibekukan oleh Kemenpora.
Tidak ada kejelasan terkait kompetisi, Kadir memilih bertahan di kampung halaman. Barulah di Piala Presiden 2017, dia kembali aktif menjadi fisioterapis, hanya kali ini dia membela PBFC. Setelah itu, Kadir kembali dipercaya Naga Mekes dan menjadi bagian dari tim hingga saat ini. "Sejauh ini baru dua tim yang sudah saya singgahi, Mitra Kukar dan PBFC," ungkapnya.
Hingga saat ini dia tidak lupa impian utamanya untuk jadi bagian dari timnas seperti sang idola, Matias Ibo. Meski terbilang sulit, pria yang memiliki hobi tenis meja dan sepak takraw itu memiliki keyakinan besar bisa menembus timnas.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Saya akan berusaha keras agar bisa menembus timnas," pungkas Kadir. (don/is/k16/ira/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
