
Persiapan Terbang Butuh 40 Orang, Aba-Aba Pakai Megaphone Biaya Pembuatan Rp 800 Ribu
JawaPos.com - Layang-layang berukuran besar biasanya diterbangkan saat kompetisi atau perlombaan di pinggir pantai. Namun, tidak di Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Layang-layang raksasa dengan ukuran 5x6 meter yang sengaja dibuat untuk hiburan.
Bahkan saat akan terbang, dibutuhkan 40 orang untuk menyiapkan dan menariknya sampai naik. Unik Layang-layang raksasa Desa Bandingan, pun siap diterbangkan. Di lahan sawah yang belum ditanami padi maupun palawija dengan luas lebih dari dua kali lapangan sepakbola, terlihat berkerumun belasan orang. Mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu dan masyarakat lainnya.
Mereka sedang menyaksikan tontonan layang-layang raksasa buatan kelompok pemuda Desa Bandingan. Satu orang terlihat menggunakan pengeras suara, untuk memberikan aba-aba saat penerbangan perdana layang-layang berwarna coklat bercampur merah.
Tali plastik jemuran berwarna hijau nampak mulai mengencang dan saat aba-aba siap tarik, belasan warga langsung berlari. Adalah Aji Margono yang memberikan aba-aba setelah sebelumnya meregangkan tali hingga 400 meter. Lalu kumpulan orang yang siap menarik harus berlari ratusan meter lagi, agar layang-layang bertajuk Alay Airways Tiga Roda bisa lepas landas.
“Ancang-ancangnya memang harus jauh dan memerlukan banyak orang. Saking jauhnya, saya harus menggunakan pengeras suara,” katanya sembari menambahkan jika sedang diarak menuju tanah sawah, satu jalan bisa penuh oleh arak-arakan layang-layang. Saat sudah ada di udara, layang-layang bisa terbang hampir tiga jam. Biasanya mulai pukul 14.00-17.00 dan cuaca terang.
“Kalau layang-layang yang lebih kecil dari kita memang ada yang sampai pukul 12 malam. Namun layang-layang raksasa ini tetap harus turun,” katanya.
Aji menceritakan, sudah menjadi kebiasaan jika saat tanah sawah kosong dan luas bisa dimanfaatkan untuk bermain layang-layang. Layang-layang tersebut juga untuk mempersatukan para pemuda dan mencegah perbuatan yang kurang baik. Untuk membuat layang-layang raksasa, dibutuhkan biaya mencapai Rp 800 ribu.
“Selain sebagai media pemersatu, kami memiliki kepuasan tersendiri dan bisa juga membuat orang lain merasa terhibur. Layang-layang ini bisa tahan sampai musim depan, namun harus ada pembenahan karena rapuh dan lainnya,” ungkapnya.
Selain layang-layang raksasa, di wilayahnya juga marak layang-layang ukuran sedang, biasa dan, kecil. Kalau sedang bermain bisa mencapai puluhan orang. Namun khusus layang-layang raksasa, hanya akan diterbangkan jika cuaca dan kondisi angin mendukung. (Amarullah Nurcahyo/sus/yuz/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
