Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Maret 2017 | 00.38 WIB

Pohon yang Ditawar Ratusan Juta Gagal Dieksekusi, Alasannya...

Pohon tumbang di depan halaman Pendopo Bupati Serang sampai saat ini masih terbengkelai. Pemkab belum bisa melestarikan pohon lantaran terkendala anggaran. - Image

Pohon tumbang di depan halaman Pendopo Bupati Serang sampai saat ini masih terbengkelai. Pemkab belum bisa melestarikan pohon lantaran terkendala anggaran.

JawaPos.com – Pohon tumbang berukuran jumbo di depan halaman Pendopo Bupati Serang batal dieksekusi sesuai rencana, April nanti. Pohon bersejarah yang sempat ditawar ratusan juta itu bakal dilakukan pengkajian dulu secara ilmiah sebelum dieksekusi.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Asep Herdiana menyatakan, pohon tidak akan dieksekusi untuk dilestarikan sebelum ada pengkajian terlebih dahulu.

“Nanti pohon akan ditinjau Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) Kehutanan, akan dikaji dulu,” ungkap Asep kepada Radar Banten saat ditemui di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Jumat (10/3).

Katanya, setelah kajian, sekitar pohon akan dilakukan penataan taman. “Tadinya, kita kan bertindak secara empiris saja melalui pemerhati lingkungan. Ternyata ada yang melarang. Soalnya, pohon dianggap punya historis,” terangnya.

Kata Asep, pihaknya juga tengah merivisi anggaran untuk pengkajian pohon tumbang. Semula anggaran tersedia Rp200 jutaan untuk perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pelestarian pohon tumbang. “Untuk pengkajian kita akan anggarkan sekitar Rp200 juta. Karena ada tunas tumbuh, harus ada kajian secara ilmiah. Tahun ini, insya Allah bisa dikerjakan,” tegasnya.

Sebelumnya, upaya pelestarian pohon oleh Pemkab dikerjasamakan dengan Yayasan Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia (BALHI) di wilayah Kepandean, Kota Serang. Kebetulan pengurus yayasan merupakan pegiat bonsai. Dalam rencana pelestarian tersebut, termasuk Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan sejumlah arsitek pertamanan. Awalnya, pohon diusulkan pelestariannya dengan sistem semibonsai.

Kata Pembina BALHI Tb Edi Janawijaya, pihaknya menemukan potensi tunas yang akan hidup pada pohon tumbang berdasarkan hasil kajian. Tunas kemungkinan akan tumbuh satu batang meski pada batang lain juga hidup. “Ini berkaitan dengan kandungan ambium pada batang itu. Untuk melestarikan pohon berukuran jumbo ini, kami akan menggunakan sistem semibonsai,” ungkapnya.

Berdasarkan kajian BALHI, ditemukan satu tunas pohon yang tumbuh pada batang pohon ambon sehingga diyakini pohon dapat bertahan hidup dan cocok untuk dilestarikan. “Nanti kita tanam di pot, kira-kira dalam jangka waktu 15 tahun sudah tumbuh sepuluh hingga 15 meter,” pungkasnya. (Nizar S/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore