
Pohon tumbang di depan halaman Pendopo Bupati Serang sampai saat ini masih terbengkelai. Pemkab belum bisa melestarikan pohon lantaran terkendala anggaran.
JawaPos.com – Pohon tumbang berukuran jumbo di depan halaman Pendopo Bupati Serang batal dieksekusi sesuai rencana, April nanti. Pohon bersejarah yang sempat ditawar ratusan juta itu bakal dilakukan pengkajian dulu secara ilmiah sebelum dieksekusi.
Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Asep Herdiana menyatakan, pohon tidak akan dieksekusi untuk dilestarikan sebelum ada pengkajian terlebih dahulu.
“Nanti pohon akan ditinjau Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) Kehutanan, akan dikaji dulu,” ungkap Asep kepada Radar Banten saat ditemui di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Jumat (10/3).
Katanya, setelah kajian, sekitar pohon akan dilakukan penataan taman. “Tadinya, kita kan bertindak secara empiris saja melalui pemerhati lingkungan. Ternyata ada yang melarang. Soalnya, pohon dianggap punya historis,” terangnya.
Kata Asep, pihaknya juga tengah merivisi anggaran untuk pengkajian pohon tumbang. Semula anggaran tersedia Rp200 jutaan untuk perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pelestarian pohon tumbang. “Untuk pengkajian kita akan anggarkan sekitar Rp200 juta. Karena ada tunas tumbuh, harus ada kajian secara ilmiah. Tahun ini, insya Allah bisa dikerjakan,” tegasnya.
Sebelumnya, upaya pelestarian pohon oleh Pemkab dikerjasamakan dengan Yayasan Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia (BALHI) di wilayah Kepandean, Kota Serang. Kebetulan pengurus yayasan merupakan pegiat bonsai. Dalam rencana pelestarian tersebut, termasuk Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan sejumlah arsitek pertamanan. Awalnya, pohon diusulkan pelestariannya dengan sistem semibonsai.
Kata Pembina BALHI Tb Edi Janawijaya, pihaknya menemukan potensi tunas yang akan hidup pada pohon tumbang berdasarkan hasil kajian. Tunas kemungkinan akan tumbuh satu batang meski pada batang lain juga hidup. “Ini berkaitan dengan kandungan ambium pada batang itu. Untuk melestarikan pohon berukuran jumbo ini, kami akan menggunakan sistem semibonsai,” ungkapnya.
Berdasarkan kajian BALHI, ditemukan satu tunas pohon yang tumbuh pada batang pohon ambon sehingga diyakini pohon dapat bertahan hidup dan cocok untuk dilestarikan. “Nanti kita tanam di pot, kira-kira dalam jangka waktu 15 tahun sudah tumbuh sepuluh hingga 15 meter,” pungkasnya. (Nizar S/yuz/JPG)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
