
Ilustrasi
JawaPos.com - Keberadaan lutung (trancypitecus auratus) di pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, terancam punah. Hewan langka yang dilindungi ini kini tinggal 40 puluhan ekor dari sebelumnya berjumlah ratusan ekor. Merosotnya populasi lutung karena perubahan lokasi, perburuan, ketersediaan makanan, dan minimnya perhatian dari pemerintah daerah (Pemda).
Camat Muara Gembong Fahrurozi mengatakan, satwa ini jumlahnya tinggal 40 ekor dari sebelumnya ratusan ekor. ”Hewan langka yang dilindungi ini mulai punah karena perubahan lokasi, ”kata Fahrurozi saat dihubungi INDOPOS (Jawa Pos Group), Jumat (10/3) kemarin.
Menurut Fahrurozi, rumah yang selama ini menjadi lokasi perkembangbiakan para lutung itu sudah tidak ada. Sejumlah pohon yang menjadi rumahnya berubah menjadi tumbuhan mangrouve. “Kalau dulu mereka hidup di pepohonan, sekarang sudah tidak lagi. Lebih banyak lahannya ditumbuhi mangrove,” ujarnya.
Bukan itu saja, kata Fahrurozi, perburuan manusia terhadap Lutung itu masih marak. Para pemburu itu mengincar hewan langka itu semata-mata untuk kepentingan komersil. “Kebanyakan di air keras untuk dipajang di ruang tamu,” jelasnya.
Bahkan, kata Fahrurozi, sejak 2016 sudah ada empat lutung mati. Penyebabnya, karena mereka tidak mendapat pasokan air sungai. Seluruh hewan itu terpaksa meminum air asin yang bukan konsumsinya. “Kalau musim kemarau di Muara Gembong air menjadi asin, jadi mereka tidak bisa meminumnya. Jadi pada tahun 2016 lalu ada empat lutung yang mati,” jelasnya.
Dia berharap setelah lokasi tersebut dibebaskan dapat menjadi lokasi khusus bagi habitat lutung agar populasinya terus terjaga. “Kami sih ingin pembebasan itu secepatnya. Kami juga berharap agar dapat dijadikan lokasi khusus bagi lutung supaya tidak punah karena memang ini kan satu-satunya di Bekasi,” ucapnya.
Selain itu, Fahrurozi mengaku, untuk melestarikannya, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga populasi lutung. Salah satunya, dengan patroli rutin yang dilakukan oleh anggota kepolisian, imbauan dan larangan berburu juga terus digencarkan di lokasi habitat lutung jawa. “Kalau nggak diimbau gitu nanti bisa habis, punah. Kalau dibiarkan (perburuan) habis lama-lama,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Muara Gembong AKP Sigit Sudarmono mengatakan, untuk mengantisipasi perburuan, kepolisian akan meningkatkan patroli yang menggunakan perahu. Karena lokasi habitat lutung sulit dijangkau dengan kendaraan bermotor. “Selain untuk mengantisipasi terjadi perburuan liar, patroli menggunakan perahu juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan di perairan Muaragembong,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerhati lingkungan Muara Gembong, Yusuf Maulana mengatakan, keberadaan masyarakat Desa Pantaio Bahagia yang dekat dengan lokasi habitat lutung masih belum peka. Sebab, pertumbuhan penduduk di lokasi tersebut banyak diisi oleh penduduk urban. “Penduduknya masih cuek, tidak peduli dengan keberadaan satwa langka ini,” jelasnya.
Yusuf menjelaskan, belum ada perhitungan yang pasti atas jumlah lutung tersebut. Namun, keberadan mereka berada di pesisir laut Jawa, yang berhubungan sampai Cirebon dan Banten. “Tapi jumlahnya paling banyak di Muara Gembong. Kalau di titik wilayah lain, hanya dua atau sampai lima ekor,” imbuhnya.
Sampai sekarang kata dia, belum ada perhatian sama sekali dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Bahkan, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam sempat mendatangi lokasi Muaragembong, tapi belum ada tindakan. “Padahal, ini adalah identitas dari Lutung Jawa,” tandasnya. (dny/yuz/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
