
BERI PERTOLONGAN : Petugas dan warga mengangkat tubuh Irfan dari Sungai Cangka, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (inset) Jasad Irfan dikerumuni keluarga dan kerabat saat tiba di rumah duka.
JawaPos.com – Nasib nahas menimpa dua bocah yang masih duduk kelas III SD. Keduanya tak bisa berenang namun memberanikan diri mandi di sungai. Akibatnya, begitu masuk masuk sungai, dua sahabat itu tak muncul ke permukaan sungai. Peristiwa tragis ini terjadi di Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jumat (10/3).
Dua bocah itu tewas tenggelam di sungai dengan kedalaman sekitar tujuh meter. Nyawa mereka tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka adalah Ahmad Nawafizul Irfan, dan M. Aqil Ashar. Keduanya masih berumur 9 tahun.
Peristiwa itu berawal sekitar pukul 15.00. Mereka bermain bersama dua teman lainnya. Yaitu, Barel dan Faik. Irfan dan Aqil yang saat itu sibuk dengan pancing masing-masing. Kemudian Irfan dan Aqil melompat hampir bersama ke sungai.
Namun setelah melompat di sungai, mereka tidak kunjung muncul kembali. Karena kedua temannya itu tak muncul ke permukaan sungai, akhirnya Barel dan Faik pun memberitahu warga sekitar. Atas informasi kedua bocah itu, warga langsung melakukan pencarian menggunakan alat seadanya. Namun, usaha mereka tak berhasil. Warga juga menghubungi aparat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Koramil 0826/01 Kota, dan personel polsek mendatangi lokasi kejadian.
Mereka berbondong-bondong melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.30, Aqil ditemukan. Kondisinya lemas. Tapi detak nadi di pergelangan tangannya masih ada. Melihat masih ada harapan hidup, korban langsung dilarikan ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo. Sayang, nyawa Aqil tidak tertolong. Dia meninggal sebelum mendapat pertolongan medis.
Kemudian sekitar pukul 17.00 Irfan ditemukan. Lokasinya tidak jauh dari tempat Aqil ditemukan. Kondisinya juga lemas. Wajahnya pucat. Bocah yang terkenal cerdas itu dibawa ke rumahnya sekitar sekitar 70 meter dari sungai.
Upaya pertolongan dilakukan. Dadanya ditekan berharap air dalam tubuhnya keluar. Tapi, upaya itu tidak berhasil. Aqil kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Sebab, saat itu denyut nadinya masih berdetak meski lambat. Namun, Nyawa Irfan juga tidak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. adalah salah satu orang yang ikut melakukan pencarian.
Menurut Danramil 0826/01 Kapt Inf Priyo Budi Utomo, kedalaman sungai sekitar tujuh meter. Dasar sungai berlumpur. Kedua korban ditemukan dengan jarak berdekatan. Kedua bocah tersebut diduga tidak bisa berenang. ”Korban berada di dasar sungai. Di sana ada bambu, korban nyangkut di bambu itu,” katanya. Budi berharap, tragedi tersebut tidak terulang kembali. Masyarakat harus waspada dan mengawasi anaknya dengan baik. ”Jangan biarkan anak mandi di sungai karena sangat berbahaya,” katanya. Sampai malam hari, sanak famili kedua korban berdatangan. Rumah mereka berdekatan. Hanya sekitar 20 meter. (pen/luq/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
