Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Maret 2017 | 13.51 WIB

Kurangi Backlog, Pemerintah Fokus Bangun Rusun

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Pemerintah Kota Bandung belum memiliki program yang mampu mengurangi backlog (kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat) penyediaan perumahan bagi warganya. Program apartemen rakyat sampai saat ini jumlahnya masih sangat terbatas dan belum semua bisa digunakan. 


Sementara di setiap tahunnya, backlog penyediaan rumah mencapai 10.000 unit. Artinya setiap tahun masih ada selisih yang besar antara kebutuhan masyarakat akan rumah dengan suplay rumah.


Adapun dalam RPJMD program pemerintah kota Bandung hanya fokus pada rutilahu dan pembangunan apartemen rakyat.


"Dalam jangka pendek kita melakukan perbaikan rutilahu. Untuk jangka panjangnya kita akan membangun rusun," kata Kepala Bidang perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, pertanahan dan pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Nunun Yanuati, Jumat (10/3).


Tahun ini saja pemerintah hanya akan menyelesaikan tahap pertama rusun silang dan menyelesaiakan rusun silinder dengan dana dari Kementrian PU Pera di Rancacili yang jumlah rumahnya tidak sampai 400. 


Jikapun program rumah deret di daerah taman sari selesai tahun ini, tetap tidak akan mampu menambal backlog penyediaan perumahan yang jumlahnya mencapai 10.000 unit.


"Tahun lalu kami sebenarnya untuk penyediaan rumah membangun rusun sebanya 854 unit, tahun 2017 kemungkinan tambah 385 unit," kata Nunun.(jar/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore