
Ilustrasi
JawaPos.com - Petugas yang terdiri dari aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali, baru baru ini berhasil meringkus sepasang kekasih sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan tersebut, terjadi pada Sabtu malam (4/3) di Desa Beteleme, Kabupaten Morowali Utara.
Dari penjelasan Kepala BNN Kabupaten Morowali, AKBP Drs Roberthus, proses penangkapan dilakukan sekitar pukul 18.00 wita. Saat itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Desa Beteleme kerap terjadi penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Mendapatkan informasi tersebut, BNN Kabupaten Morowali langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sampai disana, tanpa membuang waktu banyak mereka langsung melakukan proses penggerebekan. Alhasil, dalam penggerebekan tersebut sepasang kekasih bernama Emi dan Putu kedapatan sedang mengonsumsi sabu-sabu.
"Kami amankan dari tangan mereka, narkotika jenis sabu-sabu paket Rp 200 ribu,"jelas Roberthus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/3).
Parahnya lagi, setelah dilakukan interogasi kepada dua pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut Putu merupakan aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Bumi Raya, Kabupaten Morowali.
Mengetahui hal tersebut, BNN Kabupaten Morowali langsung menghubungi Propam Polres Morowali untuk melaporkan bahwa anggota Polsek Bumi Raya yang diketahui berpangkat Bripka itu ketangkap ‘basah’ hendak mengonsumsi sabu-sabu.
"Setelah Bripka Putu diambil alih oleh pihak Propam untuk ditindaki secara aturan, kami langsung membawa Emi ke kantor untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,"kata mantan anggota BNN Provinsi Sulteng ini.
Sampai di kantor BNN Kabupaten Morowali, Emi langsung diinterogasi guna mengungkap darimana dia mendapat barang haram tersebut. Dari hasil interogasi, Roberthus mengatakan pihaknya sudah mengantongi badan jaringan dari Emi dan Bripka Putu. "Kami masih terus melakukan pengembangan, untuk mencari jaringan dari kedua pelaku,"ujar Roberthus.
Namun naas, saat Emi selesai mengikuti proses penyelidikan pada Minggu (6/3) sekitar pukul 22.00 wita, Emi yang saat itu hendak mengikuti assesment media untuk menjalani proses rehabilitasi di BNN Kabupaten Morowali berhasil melarikan diri, dengan memanfaatkan kelengahan para petugas dan security BNN Kabupaten Morowali.
"Saat itu, Emi dijaga oleh security. Akan tetapi, saat menjaga Emi security itu kebelet ke belakang buang air kecil. Disitulah, Emi memanfaatkan situasi dengan melompat dari jendela dan kemudian melarikan diri. Tapi, Emi melarikan diri belum berstatus tersangka masih hendak dilakukan proses rehabilitasi,"tegasnya sebagimana dilansir dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group).
Akibat kaburnya Emi, Robertus langsung mengambil langkah tegas dengan memecat langsung security BNN Kabupaten Morowali, meski sudah lama mengabdi. "Selain lalai dalam menjaga Emi, security itu masih banyak kekurangannya. Kami juga sudah pertimbangkan sebelum memecat security itu,"tutupnya.(fcb/sad/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
