
Pemain 25 tahun itu sudah menjalani debutnya saat Elektrik mengalahkan Jakarta BNI Taplus Jumat (3/3)
JawaPos.com - Maya Kurnia Indri Sari telah kembali ke kompetisi bola voli terelite di tanah air, Proliga. Setelah absen setahun karena cedera cartilage lutut kiri, pevoli cantik asal Sidoarjo ini telah kembali pada putaran kedua Proliga 2017.
Maya absen dari jagat voli nasional sejak Oktober 2015 silam. Cedera di ajang Livoli membuatnya absen panjang. Bahkan alumni SMA Negeri 1 Manyar, Gresik itu harus naik ke meja operasi untuk menyembuhkan cederanya.
Sekarang Maya tercatat sebagai penggawa tim putri Jakarta Elektrik PLN. Ia masuk di putaran kedua menggantikan Yolla Yuliana. Yolla memutuskan mundur dari tim dengan alasan ingin fokus ke dunia perkuliahan.
Pemain 25 tahun itu sudah menjalani debutnya saat Elektrik mengalahkan Jakarta BNI Taplus Jumat (3/3) kemarin. Hanya saja menit bermainnya masih minim. Maya hanya turun di pengujung set kedua, dan pertengahan set ketiga.
Bermain untuk pertama kali di Proliga setelah setahun absen, membuat Maya belum bisa tampil lepas. "Yang lebih terserang adalah mental. Apalagi sudah setahun absen. Pas dicoba main ternyata saya masih nervous," kata Maya kepada JawaPos.com.
Maya mengaku masih harus beradaptasi dengan banyak hal. Mulai dari lapangan hingga atmosfer penonton. Ia juga bekerja keras untuk mengembalikan feeling serta passion saat menginjakkan kaki di arena tanding. Ia sadar bahwa hal ini membutuhkan waktu.
"Saya masih belum ejoy dengan lapangan. Tidak seperti dahulu ketika sampai di lapangan langsung merasa bahwa ini tempat saya. Sekarang harus adaptasi lagi. Harus mengembalikan mental karena saya merasa belum percaya diri. Saya juga harus terbiasa dengan atmosfer," jelas pemain jebolan Petrokimia Gresik itu.
Maya bersyukur dengan keberadaan Tian Mei sebagai head coach Elektrik PLN. Pelatih yang kerap disapa Kak Mei itu dipercaya mampu mengembalikan Maya ke performa terbaiknya. "Ekspetasinya memang tidak sama dengan yang dahulu, tapi setidaknya bisa naik lah," harapnya.
Meski baru dua minggu di bawah binaan Tian Mei, Maya merasa lebih berkembang. Ia juga menerima banyak pelajaran baru dari pelatih asal Tiongkok itu. Sebab, tak sekadar pelatih, Tian Mei juga berperan sebagai psikolog sekaligus motivator untuk quicker yang identik dengan nomor punggung 17 tersebut.
"Kak Mei yang selalu membimbing saya. Dia bilang tidak apa-apa. Setelah masa operasi pasti tidak akan sama seperti dulu. Harus mulai dari nol lagi. Harus lebih sabar. Tidak perlu mendengarkan apa kata orang. Dan jangan terlalu dipikirkan apa ekspetasi orang lain," tutup Maya. (saf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
