
Pilkades yang digelar di 10 Desa pada 8 kecamatan di Kabupaten Bulungan berjalan lancar dan sukses. Sejauh ini masih menunggu proses perhitungan suara.
JawaPos.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar serentak pada 10 desa di 8 kecamatan, Kabupaten Bulungan, masih saja didapati warga yang tak ikut memilih alias golongan putih (golput).
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan, Hanafiah menjelaskan, tidak semua Daftar Pemilih Tetap (DPT) berpartisipasi memberikan hak suaranya.
Seperti pantauannya langsung di lokasi pilkades di Desa Gunung Sari, Kilometer 12 Kecamatan Tanjung Selor. Dari 948 DPT hanya 71,5 persen saja yang berpartisipasi. Hal itu dimungkinkan akibat kondisi cuaca karena sebelumnya Tanjung Selor dan sekitarnya sempat diguyur hujan.
“Mungkin karena hujan dari pagi sampai sore sehingga masyarakat ada yang tidak sempat hadir. Tapi dibandingkan dengan Pilkada ini sudah lumayan, kalau Pilkada mungkin hanya 60 persen saja yang berpartisipasi,” ungkapnya dikutip dari Radar Kaltara (Jawa Pos Group), Kamis (2/3).
Walaupun jumlah partisipasi masyarakat tidak seratus persen, tetapi menurutnya angka 71,5 persen tersebut sudah lumayan tinggi dibandingkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Dan yang disyukuri pihaknya, berdasarkan laporan dari masing-masing panitia, proses pilkades berjalan lancar, aman dan tertib. Tidak ada kendala atau permasalahan yang ditemukan di lapangan selama proses pelaksanaan tersebut. “Di Desa Gunung Sari sudah selesai pemunguntan suara, tinggal menunggu penghitungan suara,” bebernya.
Dia melanjutkan, meski tidak seratus persen partisipasi masyarakat berdasarkan DPT, pilkades juga tidak ada pemilihan ulang. Hasil yang diperoleh kemarin sudah selesai dan tinggal menunggu hasilnya siapa kades terpilih yang bakal memimpin desanya selama 6 tahun ke depan. “Sudah fiks tinggal tunggu hasil saja,” tutur Hanafiah.
Dia menambahkan, pasca penghitungan suara dilakukan, kemungkinan hari ini hasilnya sudah dibawa ke DPMD dan selanjutnya dilaporkan ke Bupati Bulungan sebagai laporan sementara.
Adapun penetapan sah tidaknya hasil pemeilihan, nantinya menunggu penetapan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Adapun alokasinya waktunya sekira satu pekan pasca Pilkades. “Setelah itu nanti kita proses SK (Surat Keputusan) pelantikannya, 30 hari setelah laporan dari BPD baru dilantik,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Tata Pemerintahan Desa yang melakukan pemantauan di Kecamatan Bunyu, Normansyah, mengatakan proses pemilihan juga berjalan dengan lancar dan tertib, dan perhitungan surat suara sudah selesai dilakukan di masing-masing TPS.
Untuk TPS 1, hasilnya sementara sudah dikumpulkan, dan ada sekitar 10 surat suara yang rusak. Sementara itu untuk TPS lainnya masing menuggu laporan perhitungan suara. “Kita masih menunggu hasil yang dilaporkan ke panitia induk, setelah ada baru direkap per TPS. Untuk Bunyu ini ada 4 TPS,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil perolehan suara pilkades di Desa Bunyu Timur yang diperoleh oleh Radar Kaltara, dari 5 calon yang maju, Syafaruddin mengungguli 4 kandidat lainnya dengan perolehan 575 suara atau 42,40 persen. (keg/lee/keg/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
