
CERDAS: Andhyta Firselly Utami (tiga dari kiri atas, duduk) bersama rekan-rekannya.
Satu kebanggaan tersendiri mengetahui puluhan mahasiswa Indonesia belajar di Harvard University, Amerika Serikat. Apalagi, sebagian diantaranya juga berprestasi.
---
Salah satunya adalah Andhyta Firselly Utami yang baru saja mewakili Harvard Kennedy School (HKS) di World Government Summit yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 12-15 Februari lalu.
Alumnus HI Universitas Indonesia yang akrab disapa Afu tersebut terpilih sebagai 1 dari sekitar 20 orang mahasiswa HKS yang berangkat ke World Government Summit lewat seleksi tertulis (esai). ’’Tapi untuk mengikuti kompetisi Global Universities Challenge-nya sendiri dipilih lagi 10 orang saja, dan syukur saya terpilih juga,’’ ucapnya.
Afu mengatakan, kompetisi Global Universitiesn Challenge adalah bagian dari World Government Summit dimana peserta yang datang dari beberapa sekolah terbaik di dunia ditantang untuk memberikan proposal tentang bagaimana pemerintah akan bekerja di masa depan. Peserta yang lain datang dari Harvard Business School, London School of Economics, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan lainnya.
Afu dan timnya, menjadi juara satu dengan ide cit-coin atau citizencoin yang berfungsi sebagai semacam universal basic income, tapi didesain sedemikian rupa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sipil.
Di masa depan dengan banyak automasi, pekerjaan yang ada akan digantikan oleh artificial intelligence atau robot, sehingga manusia berisiko kehilangan sense of purpose dan sense of belonging terhadap negara.
Dengan menggunakan cit-coin, pemerintah bisa memberikan insentif bagi warga negara untuk tetap terlibat. ’’Alhamdulilah kami menjadi juara 1, juara 2-nya adalah Stanford University dan juara 3-nya adalah IESE,’’ papar Afu.
Namun yang terpenting, Afu juga mendapatkan banyak pengalaman lain. World Government Summit diadakan oleh kantor Perdana Menteri UAE. Kegiatannya selama sekitar empat hari, dengan tema utama membahas tentang masa depan pemerintahan atau The Future of Government.
Sepanjang acara, berbagai pemimpin kelas dunia seperti Sekretaris Jendral PBB, Presiden Bank Dunia, Sekretaris Eksekutif UNFCCC, dan beberapa Perdana Menteri seperti dari Jepang dan Bhutan hadir untuk memberikan perspektif mereka misalnya sehubungan dengan ekonomi, pendidikan, dan perubahan iklim. (ina/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022