
Ilustrasi
JawaPos.com - Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) yang dilakukan belakangan terakhir hendaknya jangan hanya merupakan euphoria semata, sehingga terkesan hanya merupakan pencitraan belaka. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Provinsi Kalbar, Ishak Ali Almuthahar.
Wakil rakyat asal Dapil Kota Pontianak ini berpendapat, yang terpenting OPP harus dilakukan secara terus menerus serta berkesinambungan di masa mendatang. Pemberantasan pungli harus terlebih dahulu dilakukan di lembaga penegak hukum.
“Kalau di lembaga penegak hukum sudah bisa diminimalisir, maka akan lebih mudah memberantas pungli di kementerian dan lembaga yang memberikan pelayanan publik. Saya sangat mendukung langkah pemerintah pusat memberantas pungli di sektor layanan publik,” tegas Wan Is, panggilan karib Ishak Ali Almuthahar.
Legislator Partai Gerindra ini menambahkan, penegakan good government harus dimulai dari perangkat daerah yang paling bawah. Apalagi praktik Pungli sering terjadi dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat sehingga meresahkan. “Banyak temuan soal praktek pungli di bawah. Namun, masyarakat enggan untuk melaporkan karena berkepentingan juga,” tutur Wan Is.
Untuk mencegah terjadinya praktik pungli, Wan Is sepakat, jika pemerintah provinsi, kabupaten dan kota membentuk sistem pengawasan melekat. “Pembentukan perangkat pengawasan ini untuk mereka yang bekerja agar tak terjadi pungli,” paparnya.
Selain melakukan pengawasan melekat, Wan Is mengharapkan, SKPD memberi contoh yang baik dalam memberikan pelayanan. Pasalnya, hingga kini terutama soal perizinan masih ada keluhan panjangnya birokrasi yang berpotensi terjadinya praktek pungli. “Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan Operasi Pemberantasan Pungli bisa menjadi cambuk dalam melayani masyarakat,” harapnya.
Meskipun demikian, Wan Is mengakui bahwa sejauh ini upaya pemberantasan pungli masih dirasakan sulit di lapangan. “Karena jarang sekali ada pihak yang mau melaporkan kasus tersebut. Pasalnya, dua pihak yang berkaitan saling berkepentingan. Yang satu ingin urusannya cepat selesai. Kemudian yang mengurus juga ingin mendapatkan imbalan. Jadi akhirnya ketemu (kepentingan)” ulasnya. (zai/fab/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
