
Ilustrasi
JawaPos.com - Polisi menembak mati dua bandar narkoba, Jumat (24/2) lalu. Kedua tersangka yang ditembak mati adalah Priyo Sigit Saputra (31), warga Jl. Hi. Agus Salim, Kelapatiga, Bandarlampung, dan seorang lagi yang belakangan diketahui bernama Abdul Haris, warga Kaliawi, Tanjungkarang Pusat.
Saat hendak ditangkap, keduanya melakukan perlawanan aktif. Bahkan menyerang anggota Subdit I Ditresnarkoba. Priyo dan Haris nekat menabrakkan motor yang dikendarai masing-masing ke arah petugas.
Penangkapan berlangsung dramatis. Selain menabrak petugas dengan sepeda motor, kedua tersangka berusaha menyerang petugas dengan senjata tajam. Penyergapan keduanya berawal dari penangkapan empat orang tersangka pengedar narkoba di Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lamsel, pada pagi harinya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombespol Abrar Tuntalanai Natamenggala menyatakan, penyidik melakukan pengembangan berbekal ponsel yang didapat dari Priyo dan Abdul Haris.
’’Masih kami lacak melalui barang bukti ponsel, siapa saja pemesan dan jaringannya,” ucap Kombes Pol Abrar seperti ditulis Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (26/2).
Abrar tak membeberkan hasil penyelidikan sementara yang telah dilakukan polisi. Namun, Ia mengatakan jika berdasarkan pengakuan empat tersangka lain, yaitu Riyan, Edi Supiyanto alias Alang, Zais, dan Nopartulloh, sudah melakukan bisnis haram tersebut sejak satu tahun terakhir. "Semuanya ini bandar. Dan jaringannya Priyo. Sudah setahun menjalankan bisnisnya," ungkap Abrar.
Ia mengatakan, keempat bandar tersebut merupakan jaringan pemain lokal. Dan hanya menjalankan bisnis sabu-sabu. Mereka menjualnya di seputaran Lamsel dan Bandarlampung.
Menurut Abrar, penyidik telah menyerahkan jenazah Priyo dan Abdul Haris ke keluarga masing-masing. ’’Jenazahnya sudah diterima oleh keluarga,” jelasnya.
Dia kembali me-warning para bandar narkoba agar menghentikan bisnis haramnya. Sebab, lanjutnya, langkah tegas pasti kembali diambil aparat. (nca/c1/wdi/nas/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
