Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 16.33 WIB

Samar-samar Terdengar Suara Tangisan Bayi Saat Banjir Menerjang

DRAMATIS: Taufiq Hidayat membawa Rizky, bayi 6 bulan, yang terjebak banjir di rumahnya di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kemarin (21/2). - Image

DRAMATIS: Taufiq Hidayat membawa Rizky, bayi 6 bulan, yang terjebak banjir di rumahnya di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kemarin (21/2).

Banjir Jakarta tak hanya menyusahkan warga, tetapi juga sarat kisah heroik orang-orang yang terlibat operasi penyelamatan dan evakuasi warga tak berdaya. Misalnya, yang dilakukan Taufiq Hidayat, relawan Badan Amil Zakat Nasional, kemarin (21/2). 



M. SUBADRI JARAWADU, Jakarta 



------



RUMAH Sundari, 25, masih gelap. Padahal, jarum jam sudah menunjuk pukul 07.00 lebih. Pagi kemarin mendung memang menyelimuti langit Jakarta. Malam sebelumnya hujan turun cukup deras. Akibatnya, banjir kembali ''menenggelamkan'' ibu kota, termasuk kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tempat tinggal keluarga Sundari. 



Dan, seperti biasa, bila Jakarta terendam banjir, Taufiq Hidayat langsung turun gunung. Relawan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) itu selalu tergerak untuk terlibat dalam upaya penyelamatan dan evakuasi warga yang terjebak banjir. Kebetulan, kemarin dia berada di kawasan dekat rumah Sundari. 



Saat dia mendayung perahu karet di tengah banjir sedalam dada orang dewasa, tiba-tiba seorang warga berteriak ke arah Taufiq. ''Pak, itu tolong, Pak. Bu Sundari sama bayinya terjebak di rumahnya. Di sana itu rumahnya,'' ujar warga tersebut kepada Taufiq sambil menunjuk rumah yang dimaksud.



Tanpa berpikir panjang, Taufiq dan tim relawan Baznas bergegas menuju rumah Sundari yang berada agak ke tengah kampung. Setelah perahu mendekat, terdengar samar-samar suara tangisan bayi. Tetapi, Taufiq cs belum bisa memastikan dari arah mana suara bayi tersebut. Sebab, permukiman itu cukup padat.



Maka, tim Baznas kemudian berupaya mendekat ke salah satu gang untuk mencari sumber suara tangisan bayi tersebut. Namun, sayang, perahu tak bisa masuk karena gang itu sempit. Sebagai ketua regu penyelamatan, insting Taufiq langsung berusaha mencari jalan alternatif. Dia lalu memutuskan untuk turun, sedangkan perahu diparkir di muka gang.



''Menuju rumah Bu Sundari harus melewati gang sempit, gelap. Aksesnya sulit, dalem, dan arusnya deras,'' ujar kepala Tim Disaster Tanggap Bencana Baznas tersebut.



Setelah berenang melewati gang sempit itu, Taufiq bersama seorang relawan lainnya berhasil menemukan sumber suara tangisan bayi tersebut. Namun, untuk masuk sampai ke pintu rumah, tidaklah mudah. Berkali-kali dia sempat terseret arus. Setelah berusaha lebih keras, Taufiq dan rekannya bisa mendapatkan pegangan di kusen jendela rumah Sundari. Namun, kuatnya arus air mendorong tubuh Taufiq sehingga jendela yang dipeganginya rusak. Krak... 



''Jendelanya copot. Saya langsung memegang kayu kusen yang lain,'' ungkapnya.



Setelah bisa menguasai kondisi, Taufiq dan kawannya masuk ke rumah Sundari lewat jendela. Lantai 1 rumah dua lantai itu sudah berantakan. Semua barangnya mengapung. 



''Di dalam itu kondisinya parah. Berantakan. Listrik mati,'' katanya.



Keduanya lantas bergegas naik ke lantai 2 tempat Sundari dan bayinya, Rizky, 6 bulan, serta Mardiah, 60, ibu Sundari, menyelamatkan diri dari banjir. Tetapi, lagi-lagi sial. Badan Taufiq terempas ke tengah rumah yang kini sudah berubah menjadi kolam itu. Taufiq tidak mengetahui kalau tangga menuju lantai 2 terbuat dari kayu dan sudah lapuk. 



''Anak tangganya patah saat saya injak,'' ungkapnya.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore