
SAUDARA: Kim Jong-nam dan Kim Jong-un.
JawaPos.com – Pernyataan Korea Utara bahwa pria yang diduga Kim Jong-nam meninggal dunia karena serangan jantung dibantah pihak Malaysia. Itu setelah kementerian kesehatan Malaysia melakukan serangkaian prosedur otopsi terhadap jasad kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tersebut. Mulai dari uji computer tomography, pemeriksaan internal dan eksternal, hingga pemeriksaan forensik terhadap bagian gigi.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Datok Dr Noor Hisham Abdullah, menyatakan pihaknya telah menyelesaikan seluruh prosedur otopsi. Mereka juga telah mengambil spesimen yang dibutuhkan untuk identifikasi jenazah.
Pemeriksaan internal, kata Hisham, meliputan pemeriksaan terhadap organ-organ tubuh jenazah tersebut. Dari pemeriksaan itu, lanjutnya, tidak ada tanda-tanda bahwa Jong-nam tewas karena serangan jantung seperti yang diklaim oleh Kedutaan Besar Korea Utara. Pada pemeriksaan eksternal meliputi semua tanda di bagian luar tubuh, tidak ditemukan adanya suntikan jarum.
”Saat ini, spesimennya, termasuk sidik jadi dan identifikasi gigi, sudah kami serahkan ke laboratorium di departemen kimia,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers yang digelar di auditorium Hospital Kuala Lumpur kemarin (21/2).
Hisham menjelaskan, saat ini, pihaknya tidak punya akses untuk mengetahui jalannya pemeriksaan di laporatorium departemen kimia. Setelah menyelesaikan proses otopsi dan pengambilan sample, pihaknya hanya bisa menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan di departemen kimia di kawasan Petaling Jaya. Dia juga tidak bisa memastikan kapan pemeriksaan itu akan selesai.
”Sampai saat ini hasil pemeriksaannya masih tertunda. Dan kami masih menunggu konfirmasi mereka,” tuturnya.
Terkait dengan sample DNA dari keturunan dan atau keluarga, Hisham mengaku hingga saat ini, pihaknya masih belum menerima kedatangan keturunan dan atau keluarga korban pembunuhan tersebut. Karena itu juga, hasil pemeriksaan jadi harus tertunda.
Kabar yang beredar di kalangan wartawan, Kim Han-sol yang tiba semalam akan diambil DNA-nya di tempat yang dirahasiakan. Yang pasti, lokasinya bukan di Hospital Kuala Lumpur tempat jenazah korban pembunuhan itu disimpan.
Sementara itu, terbunuhnya Kim Jong-nam sama sekali tidak mengusik warga Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Tidak ada yang berubah di sana setelah kejadian yang menghebohkan dunia itu. ”Kehidupan masyarakat Pyongyang berjalan seperti biasa,'' kata Sukamto, second secretary KBRI di Pyongyang melalui surat elektroniknya kepada Jawa Pos.
Masyarakat di negara komunis tersebut sama sekali tidak merisaukan peristiwa tersebut. Ini mungkin karena berita-berita tentang terbunuhnya Kim Jong-nam tidak sampai ke masyarakat.
Dari pengalaman Jawa Pos yang pernah melakukan peliputan di Korea Utara pada April 2016, media yang bisa diakses oleh masyarakat sangat terbatas. Koran dan majalah di sana berisi berita-berita propaganda tentang kemajuan Korea Utara. Semua versi pemerintah. Media cetak di Kora Utara juga hampir selalu menampilkan Kim Jong-un sebagai foto utama. Biasanya koran-koran tersebut dipasang di tempat publik seperti stasiun kereta api.
Begitu juga berita di televisi nasional satu-satunya di Korut, juga berisi berita-berita pro pemerintah. Jangan berharap berita kematian Kim Jong-nam menjadi isu di televisi. Masyakat di Korut juga tidak leluasa mengakses berita di internet. Hanya orang tertentu yang bisa mengakses internet. Itu pun tidak sebebas di negara lain.
Pemerintah Korea Utara juga tidak mengambil langkah apapun terkait peristiwa tersebut. Termasuk menghubungi KBRI di Pyongyang. Padahal, kematian anak mediang Kim Jong-il itu melibatkan warga negara Indonesia, Siti Aisyah. ''Hingga hari ini tidak ada klarifikasi dari kementerian luar negeri Korut kepada KBRI,'' kata Sukamto. (*/tom/ang)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
