
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP
JawaPos.com – Serangan jantung adalah kondisi di mana seseorang dengan tiba-tiba mengalami hambatan aliran darah ke otot jantung atau berkurang bahkan sampai berhenti pada daerah tertentu. Rasa nyeri muncul karena otot jantung kekurangan oksigen, sehingga memicu rasa nyeri.
Salah satu gejala awal Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah nyeri dada. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP menjelaskan serangan jantung ada dua macam yaitu total dan sebagian. Serangan jantung adalah kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung sehingga pasokan darah sangat berkurang ke bagian otot jantung.
“Serangan jantung ada dua macam yang aliran darahnya tersumbat total sampai tak ada aliran sama sekali, atau tersumbat sebagian,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (21/2).
Serangan Jantung Total
Kondisi di mana jantung tidak mendapat pasokan darah dan harus mendapatkan tindakan secepat mungkin sebelum otot jantungnya tak mendapat pasokan atau tak berfungsi. Usia muda, banyak terserang serangan jantung total.
Saat kondisi jantung tertutup total pada jam-jam pertama memberikan dampak komplikasi gangguan irama yang menyebabkan denyut jantug menjadi cepat. Kejadiannya cukup tinggi di 24 jam pertama dan pada jam-jam pertama serangan terjadi sehingga pembuluh darah tersumbat.
Hal itu yang menyebabkan saat orang menderita penyakit jantung harus dirawat. Sebab, pada 24 jam pertama berbagai kemungkinan tidak bisa diprediksi. Saat pasien dirawat di rumah sakit, maka akan ditangani dengan cepat.
“Itu yang membuat seringkali pasien meninggal mendadak. Karena kalau kejadian gangguan irama begitu cepat, cara mengatasinya hanya satu cara yaitu dengan kejut listrik. Dikasih listrik jantungnya, supaya iramanya kembali normal,” jelas Dafsah.
Serangan Jantung Sebagian
Serangan jantung sebagian keluhannya adalah nyeri dada. Selama otot jantungnya masih hidup, maka keluhan nyeri itu akan hilang. Nyeri dapat hilang jika alirannya diperbaiki atau ototnya sama sekali sudah tidak berfungsi (sudah tak ada sensasi atau otot mati). Dampak otot yang rusak menurunkan fungsi jantung memompa darah. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
