Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 02.29 WIB

BPBD Belum Tuntaskan Bantuan Dana, Giliran Danrem Kunjungi Desa Terdampak Puting Beliung

TURUN LANGSUNG: Kolonel Czy Denny Herman (dua dari kiri) didampingi Letkol Inf Fadli Mulyono, Senin (20/2), mengunjungi lokasi musibah puting beliung. - Image

TURUN LANGSUNG: Kolonel Czy Denny Herman (dua dari kiri) didampingi Letkol Inf Fadli Mulyono, Senin (20/2), mengunjungi lokasi musibah puting beliung.

JawaPos.com – Sudah sepekan korban musibah puting beliung di Desa Terung Kulon dan Desa Keboharan, Kecamatan Krian, menunggu bantuan dana dari pemerintah. Namun, hingga kini ratusan warga korban, tampaknya, harus tetap bersabar. Pemkab Sidoarjo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo masih melakukan finalisasi data.


Menurut Muhammad Kholib, warga Dusun Kasak RT 2, RW 3, Desa Terung Kulon, sejauh ini warga hanya mendapat sumbangan dari dermawan yang dikoordinasikan pemerintah desa. Yakni, sumbangan berupa 500 genting, 4 sak semen, dan 130 bagian atap rumah (wuwung). ”Pemkab belum memberikan sumbangan,” katanya Senin (20/2).


Saat ditemui Jawa Pos, Kholib terlihat memasang kayu sebagai penyangga genting setelah porak-poranda diterjang puting beliung pada Rabu lalu (15/2). Kholib mengatakan, bantuan yang diterima itu jelas sangat kurang. Sebab, untuk mengembalikan atap rumahnya saja, dibutuhkan kurang lebih 3.000 genting. ”Itu baru genting, belum yang lain,” ucap pria 50 tahun tersebut.


Kholib mengaku belum tahu kekurangan bahan bangunan untuk perbaikan rumahnya itu dicarikan dari mana. ”Saya belum tahu. Lihat nanti,” ujarnya.


Kondisi serba kekurangan tersebut juga terlihat di rumah milik Wadiah. Rumahnya berada di Dusun Kanigoro RT 10, RW 3, Desa Keboharan. Berdasar pengamatan Jawa Pos, rumah itu masih dibiarkan tanpa perbaikan. Genting serta kayu penyangga genting amblas. Tembok kamar hancur.


Wadiah menyatakan, dirinya memang sudah menerima bantuan dari dermawan. Yakni, tiga sak semen serta sebuah terpal. Terpal bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menutupi barang-barangnya yang ada di dalam rumah. ”Saya belum mendapat bantuan genting,” ucapnya.


Perempuan berusia 50 tahun itu juga berharap pemkab segera mencairkan bantuan. Tanpa bantuan dana, dia tidak memiliki biaya untuk membangun lagi rumahnya. ”Saya berharap segera mendapatkan bantuan,” ujarnya.


Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Kolonel Czy Denny Herman pada Senin (20/2) melihat langsung kondisi dua desa di Kecamatan Krian tersebut. Dalam kunjungannya, dia didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono.


Dalam kesempatan itu, keduanya juga mengunjungi rumah-rumah warga yang rusak. Selain itu, Denny mengecek perkembangan renovasi rumah warga yang dibantu personel TNI.


Menurut Fadli, anggota Kodim 0816/Sidoarjo turun untuk membantu warga sejak puting beliung memorak-porandakan dua desa tersebut. Mereka membuat posko kesehatan, mendirikan dapur umum, membuat jalur evakuasi, serta menyambung kembali kabel listrik PLN yang putus. Selain itu, personel TNI memberikan bantuan logistik berupa 80 kardus air mineral dan 80 kardus mi instan. ”Kami siagakan 70 personel untuk membantu warga,” jelasnya.


Fadli menambahkan, personel TNI juga membantu warga membangun kembali rumah. Memasang genting dan atap rumah. Dia berharap pemulihan permukiman warga bisa selesai secepatnya.


Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengakui, hingga kini pihaknya masih melakukan finalisasi data. Sebab, banyak data warga terdampak yang tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. ”Banyak data yang ganda. Jadi, kami harus teliti lagi. Terutama di Desa Terung Kulon,” ujarnya.


Mantan kepala dinas pekerjaan umum (PU) cipta karya itu mengatakan, pendataan warga terdampak di Desa Keboharan sudah rampung. Jumlahnya berkurang dari data awal. ”Data awal 175 rumah, lalu berkurang menjadi 172 rumah,” jelasnya.


Selain melakukan finalisasi data, lanjut Dwijo, pihaknya membahas besaran bantuan yang bakal diterima warga korban. Nanti ada klasifikasi rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan. ”Masih kami bahas,” tuturnya.


Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi mengenai uang bantuan yang bakal diterima warga korban musibah puting beliung. Namun, jumlahnya terbilang sangat minim. Warga yang rumahnya rusak berat hanya mendapat Rp 5 juta. Rumah rusak sedang Rp 2 juta, sedangkan rumah rusak ringan hanya Rp 1 juta.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore