
GELADI: Penggunaan airbag untuk menderek kapal di PT Indonesia Marina Shipyard, Gresik.
JawaPos.com – Posisi Kota Pudak sebagai poros industri maritim akan semakin kukuh. Bisnis galangan kapal besar dan pelabuhan internasional menjadi bekal untuk mencapai hal tersebut. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ingin Gresik menjadi pusat penerapan teknologi perkapalan masa depan.
’’Gresik terkoneksi dengan Surabaya. Nanti Gresik digunakan sebagai pusat penerapan teknologi baru perkapalan,’’ kata Nasir. Pernyataan itu disampaikan Nasir saat berkunjung ke PT Indonesia Marina Shipyard (IMS), Sidorukun. Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) tersebut tertarik untuk melihat teknologi pengedokan (docking) kapal dengan airbag.
Selama enam bulan terakhir, PT IMS memanfaatkan airbag produk anak bangsa. Mereka mengambil teknologi yang diproduksi PT Mitra Prima Sentosa (MPS) Pasuruan. Sebelumnya, industri galangan kapal itu mengimpor airbag dari Tiongkok. Harganya lumayan mahal.
’’Ini teknologi yang bagus. Tak perlu impor lagi jika kualitas produknya sama dan harganya lebih murah,’’ kata Nasir. Dia menjelaskan, penggunaan airbag membuat bisnis lebih efisien 20 persen. Selain di Gresik, teknologi baru itu mulai dipakai di Surabaya dan Pekalongan.
Nasir sempat mengamati penderekan kapal dengan airbag. Dia tampak kagum saat mendekati produk sepanjang 18 meter tersebut. Dia berharap teknologi karya PT MPS itu diterapkan di seluruh Indonesia. ’’Ini bukti kemajuan teknologi kita. Sembilan puluh persen produk dibuat dari bahan lokal,’’ tuturnya. Airbag PT MPS menggunakan karet Indonesia. Bahan tersebut dicampur dengan 10 persen cairan kimia impor.
Menurut Nasir, kampanye teknologi baru harus digencarkan. Investor harus bergandengan untuk memanfaatkan produk dalam negeri. Bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga pengguna. Dia menilai peran industri galangan kapal amat penting. Jalur perhubungan antardaerah membutuhkan sarana perkapalan. ’’Bengkel kapal menjadi pendorong pertumbuhan transportasi laut,’’ lanjutnya.
Manajer Fasilitas Galangan Kapal PT IMS Lamari menjelaskan, potensi industri galangan kapal masih besar. Dalam sebulan, perusahaannya melayani perawatan dan reparasi minimal empat kapal besar. PT IMS memiliki lima titik untuk proses pengedokan. Industri tersebut merupakan salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia.
’’Selain perawatan rutin, banyak kapal rusak yang datang,’’ kata Lamari. Lelaki asal Mojokerto itu menuturkan, kerusakan kapal memang bermacam-macam. Selain mesin, banyak angkutan laut yang trouble pada cat badannya.
Dia menilai kualitas airbag PT MPS sudah cukup baik. Kekuatannya sudah mumpuni. Hanya, kelenturannya masih perlu dibenahi. Airbag PT MPS masih kalah elastis dengan produk dari Tiongkok. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
