Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 01.59 WIB

Menristekdikti Kepincut Airbag Karya Anak Bangsa, Gresik Jadi Pusat Penerapan Teknologi Perkapalan

GELADI: Penggunaan airbag untuk menderek kapal di PT Indonesia Marina Shipyard, Gresik. - Image

GELADI: Penggunaan airbag untuk menderek kapal di PT Indonesia Marina Shipyard, Gresik.

JawaPos.com – Posisi Kota Pudak sebagai poros industri maritim akan semakin kukuh. Bisnis galangan kapal besar dan pelabuhan internasional menjadi bekal untuk mencapai hal tersebut. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ingin Gresik menjadi pusat penerapan teknologi perkapalan masa depan.


’’Gresik terkoneksi dengan Surabaya. Nanti Gresik digunakan sebagai pusat penerapan teknologi baru perkapalan,’’ kata Nasir. Pernyataan itu disampaikan Nasir saat berkunjung ke PT Indonesia Marina Shipyard (IMS), Sidorukun. Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) tersebut tertarik untuk melihat teknologi pengedokan (docking) kapal dengan airbag.


Selama enam bulan terakhir, PT IMS memanfaatkan airbag produk anak bangsa. Mereka mengambil teknologi yang diproduksi PT Mitra Prima Sentosa (MPS) Pasuruan. Sebelumnya, industri galangan kapal itu mengimpor airbag dari Tiongkok. Harganya lumayan mahal.


’’Ini teknologi yang bagus. Tak perlu impor lagi jika kualitas produknya sama dan harganya lebih murah,’’ kata Nasir. Dia menjelaskan, penggunaan airbag membuat bisnis lebih efisien 20 persen. Selain di Gresik, teknologi baru itu mulai dipakai di Surabaya dan Pekalongan.


Nasir sempat mengamati penderekan kapal dengan airbag. Dia tampak kagum saat mendekati produk sepanjang 18 meter tersebut. Dia berharap teknologi karya PT MPS itu diterapkan di seluruh Indonesia. ’’Ini bukti kemajuan teknologi kita. Sembilan puluh persen produk dibuat dari bahan lokal,’’ tuturnya. Airbag PT MPS menggunakan karet Indonesia. Bahan tersebut dicampur dengan 10 persen cairan kimia impor.


Menurut Nasir, kampanye teknologi baru harus digencarkan. Investor harus bergandengan untuk memanfaatkan produk dalam negeri. Bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga pengguna. Dia menilai peran industri galangan kapal amat penting. Jalur perhubungan antardaerah membutuhkan sarana perkapalan. ’’Bengkel kapal menjadi pendorong pertumbuhan transportasi laut,’’ lanjutnya.


Manajer Fasilitas Galangan Kapal PT IMS Lamari menjelaskan, potensi industri galangan kapal masih besar. Dalam sebulan, perusahaannya melayani perawatan dan reparasi minimal empat kapal besar. PT IMS memiliki lima titik untuk proses pengedokan. Industri tersebut merupakan salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia.


’’Selain perawatan rutin, banyak kapal rusak yang datang,’’ kata Lamari. Lelaki asal Mojokerto itu menuturkan, kerusakan kapal memang bermacam-macam. Selain mesin, banyak angkutan laut yang trouble pada cat badannya.



Dia menilai kualitas airbag PT MPS sudah cukup baik. Kekuatannya sudah mumpuni. Hanya, kelenturannya masih perlu dibenahi. Airbag PT MPS masih kalah elastis dengan produk dari Tiongkok. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore