Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 01.54 WIB

Menristekdikti Dorong Pabrik Lokal Produksi Implan Tulang Masal Tahun Ini

BERSTANDAR DUNIA: CEO PT Zenith Allmart Precisindo Allan Changrawinata (dua kanan depan) berbincang dengan Menris tekdikti M. Nasir soal prototipe implan tulang hasil inovasi BPPT yang diproduksi perusahaannya. - Image

BERSTANDAR DUNIA: CEO PT Zenith Allmart Precisindo Allan Changrawinata (dua kanan depan) berbincang dengan Menris tekdikti M. Nasir soal prototipe implan tulang hasil inovasi BPPT yang diproduksi perusahaannya.

JawaPos.com – Hasil inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berkaitan dengan implan tulang segera diproduksi secara masal. Sukses membuat ratusan prototipe, implan tulang stainless steel 316 L berbahan baku lokal tersebut akan mulai dipasarkan secara luas. Pengerjaannya tetap dipercayakan kepada perusahaan lokal, yakni PT Zenith Allmart Precisindo.


Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir Senin (20/2) meninjau langsung pembuatan prototipe implan tulang hasil inovasi BPPT di PT Zenith Allmart Precisindo. Dalam kunjungan itu, Nasir didampingi Kepala BPPT Unggul Priyanto dan CEO PT Zenith Allmart Precisindo Allan Changrawinata.


Nasir menyatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan inovasi alat-alat kesehatan. Termasuk inovasi produk baru implan tulang. ’’Saya berterima kasih sekali dengan adanya inovasi implan tulang dari para peneliti BPPT. Sebab, selama ini Indonesia impor implan tulang 100 persen,’’ katanya.


Menurut dia, kebutuhan implan tulang di Indonesia sangat tinggi. Hal tersebut terjadi seiring dengan tingginya angka kecelakaan yang mengakibatkan fraktur hingga masalah osteoporosis. Namun, biaya yang sangat tinggi untuk implan tulang membuat masyarakat sulit menjangkaunya. ’’Mudah-mudahan dengan inovasi itu bisa menjadi solusi,’’ ujar Nasir.


Dia mendorong prototipe implan tulang tersebut dapat diproduksi masal. Dengan begitu, rakyat Indonesia dapat memanfaatkannya. ’’Kalau inovasi itu bisa diterima Kemenkes (Kementerian Kesehatan) untuk memenuhi kebutuhan implan tulang, kami bisa hemat 30–35 persen dari harga impor,’’ ungkapnya.


Harga implan tulang impor, lanjut dia, diperkirakan mencapai USD 400 per keping. Jika produksi implan tulang lokal dapat diproduksi, ada penghematan devisa 35–70 persen. Karena itu, dia berharap Kemenkes dapat menyelesaikan proses sertifikasi izin edar dan produksinya di Indonesia.


’’Itu yang paling penting. Tidak hanya membuat inovasi dan muncul prototipe, tetapi dapat diproduksi dan dimanfaatkan rakyat,’’ katanya.


Nasir menuturkan, tidak ada kendala untuk masalah bahan baku. Sebab, bahan baku yang dipakai bersumber dari lokal. Yakni, feronikel dari Pomala, Sulawesi Tenggara. Dengan begitu, ke depan implan tulang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mengurangi beban BPJS untuk negara.


’’Target kami tahun ini sertifikasi izin edar dan produksi bisa keluar dan semester kedua bisa diproduksi masal,’’ ujarnya.


Target produksi implan tulang per tahun oleh PT Zenith Allmart Precisindo mencapai 80 ribu keping. Untuk tahun ini, produksi implan tulang diperkirakan mencapai 40 ribu. Produksi implan tulang tersebut untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit di Indonesia yang bekerja sama dengan BPJS. ’’Pengguna implan tulang di Indonesia 100 persen pengguna BPJS dan menjadi beban APBN dan APBD,’’ tuturnya.


Dia mendorong pengurusan izin edar dan produksi bisa masuk Kemenkes pada awal Maret. Lama pengurusan izin edar dan produksi diperkirakan mencapai dua bulan. Jika sertifikat keluar pada Juni, Juli mulai produksi. ’’Tahun ini target mulai produksi,’’ tegasnya.


Allan Changrawinata menjelaskan, 70 persen bahan baku yang digunakan dalam pembuatan prototipe implan tulang berasal dari lokal. Sisanya, bahan baku impor. ’’Sebagian materialnya belum ada di Indonesia. Tetapi, tetap bisa mengurangi ketergantungan impor,’’ katanya. Menurut dia, harga produk lokal implan tulang yang akan diproduksi 30 persen lebih murah daripada impor yang mencapai USD 400.


Kemenristekdikti, lanjut dia, memberikan pendanaan insentif untuk proses trial production pada 2015. Yakni, membuat tiga jenis implan tulang. Jumlah totalnya mencapai 500 keping prototipe. Pada 2016, trial production berlanjut dengan membuat prototipe 15 jenis implan tulang yang banyak digunakan dokter ortopedi. Jumlahnya mencapai 900 keping implan.


’’Tahun ini pengurusan surat sertifikasi produksi dan izin edar sesuai standar kesehatan,’’ sambungnya.


Allan menuturkan, Presiden Joko Widodo meminta perusahaannya tidak hanya menyelesaikan prototipe, tetapi sampai pada market. Hal itu menjadi komitmen PT Zenith Allmart Precisindo bersama BPPT dan Kemenristekdikti. ’’Kami punya target setiap tahun,’’ ujarnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore