
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebuah bukit di Dukuh Karangwuni Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol, longsor sepanjang 3 kilometer, Minggu (19/2) malam. Dua rumah dan satu kandang ayam hancur tertelan ruruntuhan longsor. Tak hanya rumah, warga juga harus kehilangan 3 unit sepeda motor dan barang- barang berharga.
Ribuan ton material longsor yang meluluhlantakkan rumah warga dan seisi aliran sungai Wuni itu langsung menimbun pohon dan sawah. Bahkan aliran lumpur yang mengalir di Sungai Wuni mencapai panjang 3 kilometer. Material longsor juga menyebabkan dua jembatan tak bisa dilalui karena tertimbun dan rusak parah.
Salah satu pemilik rumah, Sugiyanto (45) mengatakan, dua unit sepeda motor kesayangannya dan satu rumah tak berbekas. Longsor yang melanda sejak Minggu hingga Senin (20/2) dinihari membuat dia kehilangan semuanya.
"Dua anak saya dan istri beruntung bisa selamat. Sedangkan saya masih di Purwkerto karena sedang dagang. Saya langsung pulang dan menyambangi anak dan istri saya yang sudah ada di seberang RT," kata warga RT 12 RW 4 ini.
Dia menambahkan, sebenarnya ada 4 kali longsoran. Yaitu sejak pukul 16.30 hingga terakhir yang paling parah yaitu pukul 16.15 kemarin. Dalam hitungan detik seluruh material longsoran bukti sudah rata dan menelan semua yang dilalui hingga sedalam lebih dari 2 meter.
Darsono (44), pemilik kandang ayam yang ikut terbawa longsor mengaku, bangunannya luluhlantak. Beruntung ayam sedang kosong. Namun untuk biaya pembuatan kandang semipermanen telah menghabiskan dana puluhan juta.
Kepala Desa Sirau, Hendri Sutrisno mengatakan, longsor yang terjadi karena retakan bukit saat hujan deras terus menerus kemarin juga menyebabkan 100 hektar sawah hilang, dua jembatan rusak, akses dua dusun terputus, kebun kelapa dan hutan pinus masing- masing 30 hektar hilang.
"Total kerugian semua sementara ditaksir Rp 700 juta. Namun melihat kondisi saat ini, kerugian kemungkinan masih bisa bertambah. Apalagi jika intensitas hujan masih tinggi dan longsor susulan bisa saja terjadi," tegasnya, kemarin (20/2).
Longsor juga masih menghantui dan mengancam sekitar 150 warga di 50 KK yang berada di RT 11 dan sekitarnya. Karena rumah meteka juga berdekatan dengan jalur longsoran utama. Meski begitu, kaum lelaki tetap ada yang berjaga di rumah dan perempuan sertaa anak- anak mengungsi di SD Negeri 3 Sirau.
"Kami terus siaga dan melihat perkembangan di wilayah. Jika ada kejadian kembali, kami secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah dan kepolisian serta TNI. Apalagi Dandim dan Wakapolres sudah mendatangi lokasi dan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan," paparnya.
Akses jalan desa ke Dusun dua dan tiga juga terputus dan belum tahu kapan akan bisa kembali normal. Karena semua tertutup material longsor. Harapannya, segera ada pembenahan material longsor jika memungkinkan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Satya Giri Podo mengatakan, pihaknya langsung melangkah melakukan pengiriman bantuan bersama dinas terkait. Kemudian mengimbau bersama pemerintah desa setempat melakukan arahan agar warga yang terancam segera mengungsi.
"Langkah lebih teknis akan segera kami koordinasikan dengan OPD teknis lainnya. Misalnya DPU PR Purbalingga. Mereka akan menganalisis penangan yang tepat dan sesuai sasaran," tegasnya. (amr/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
