Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 15.36 WIB

Persebaya! Untuk Sustainable, untuk Selamanya

Photo - Image

Photo

SAYA pernah membaca sebuah tulisan di sebuah museum. Bunyinya: Learn history, use history, make history. Artinya: Pelajarilah sejarah, gunakanlah sejarah, ciptakan sejarah. 


Persebaya dan Jawa Pos punya sejarah panjang. 


Pada 1987, Persebaya dan Jawa Pos bersama berkembang. Kami Haus Gol Kamu, Tret-tet-tet, Bonek, Green Force, semua istilah legendaris itu merupakan buah dari kebersamaan tersebut. 


Bukan hanya istilah-istilah atau slogan saja yang dihasilkan bersama. Suka dan duka dijalani bersama. Mungkin benar juga kata banyak orang. Jodoh tidak akan lari ke mana-mana. Setelah lama tidak bersama, 30 tahun kemudian Persebaya dan Jawa Pos kembali bersama. Tahun 2017 ini adalah awal dari perjalanan baru Persebaya dan Jawa Pos. 


Era baru, manajemen baru. Banyak anak muda, tapi banyak pula dukungan senior yang kenyang pengalaman. Ada kehangatan nostalgia, ada pula semangat dan harapan baru menuju masa depan yang –semoga– lebih indah. 


Tantangannya akan banyak. 


Ini kali pertama Persebaya akan 100 persen dikelola secara swasta. Dan ini kali pertama Persebaya dikelola dengan niatan penuh untuk jauh dari dunia politik. Bukan sebagai kendaraan untuk meraih jabatan, tapi untuk menjadi sebuah klub yang benar-benar profesional. 


Pada masa mendatang, Persebaya harus jadi klub yang mampu berkembang secara sustainable. Bukan untuk setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun. Kalau sustainable, Persebaya bisa untuk selamanya


Semua pihak yang cinta Persebaya harus bersyukur. Persebaya punya kerangka fondasi yang tepat. 


Persebaya punya kompetisi pembibitan dan pembinaan yang konsisten, yang bisa dikembangkan lebih hebat lagi. 


Persebaya berada di kota besar, yang memberikan peluang untuk show tingkat internasional. Bukan sekadar nasional. Apalagi kota ini memiliki Wali Kota yang luar biasa, dan memiliki barisan muspida yang istimewa. 


Dan yang paling spesial: Persebaya punya barisan pendukung yang mungkin tiada duanya di tanah air. Yang tidak pernah goyah di tengah ancaman perpecahan. 


Sekarang tinggal bagaimana membangun fondasi yang kuat dari kerangka yang ada tersebut. Tidak boleh terburu-buru, tidak boleh terlalu bernafsu. Dalam membangun ulang Persebaya, tidak boleh memikirkan hanya untuk 2017 saja. Harus untuk jangka panjang. 


Perjalanan baru ini tidak akan selalu indah. Akan ada keputusan-keputusan yang mungkin membuat orang bertanya-tanya, bahkan kurang menyukai. Akan ada kejadian-kejadian yang akan menguji keyakinan dan impian masa depan. 


Tapi, apa pun itu, semoga semua pihak bisa memahami, minimal bersabar. Tidak satu pun menginginkan Persebaya mengalami masa suram lagi. Dalam hidup, kadang kita harus memilih minum pil pahit, supaya bisa lebih sehat dan kuat setelahnya! 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore