
UNJUK KEBOLEHAN: Aksi salah satu peserta lomba baris-berbaris Minggu (19/2) di SMA Khadijah.
JawaPos.com – Peraturan baris-berbaris (PBB) tidak melulu hanya gerakan ala militer. Jika dikreasikan dengan inovatif, PBB bisa menjadi pertunjukan yang menarik. Itu pula yang terlihat di SMA Khadijah, Minggu (19/2). Sebanyak 35 peleton yang terdiri atas siswa SMP dan MTsN se-Jawa Timur menunjukkan kebolehannya mengkreasikan gerakan baris-berbaris tersebut.
Kegiatan itu dilakukan untuk mengisi Lomba Keterampilan Berbaris (LKB) Khadijah 2017. Dalam ajang tersebut, setiap peleton diberi waktu sembilan menit. Tidak hanya melakukan gerakan PBB dasar, mereka juga boleh berimprovisasi. Ada yang dipadu dengan aksi teatrikal, lagu-lagu, dan gerakan kekompakan lainnya. ’’Ini tahun kedua SMA Khadijah mengadakan lomba baris-berbaris,’’ ujar Nova Nur Muhammad Helmi, ketua panitia LKB Khadijah 2017.
Sejak pukul 07.00, setiap peleton menunjukkan kebolehannya secara bergantian. Penampilan mereka juga dinilai juri yang berasal dari TNI-AD dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Penilaian tersebut meliputi kreativitas kostum dan kekompakan tim dalam memperagakan gerakan.
Panitia juga memberikan satu penilaian baru dan unik. Yakni, kebersihan base camp. Setiap peleton yang mengikuti lomba diberi satu ruangan di kelas-kelas SMA Khadijah untuk beristirahat sebelum atau sesudah lomba. Nah, cara mereka menggunakan kelas itu dinilai oleh panitia. ’’Ini dilakukan supaya meningkatkan kepedulian peserta terhadap kebersihan,’’ terang pria yang juga komandan peleton (Danton) Paskibra Khadijah (Pabrasdja) itu.
Nova mengatakan, tahun sebelumnya Pabrasdja mengadakan acara LKB untuk menularkan semangat cinta tanah air kepada adik kelasnya di SMP dan MTsN. Karena dipandang cukup berhasil, akhirnya pihak yayasan meminta mereka melanjutkan kegiatan itu. ’’Rencananya kegiatan ini diadakan setiap tahun,’’ imbuh siswa kelas XI SMA Khadijah tersebut.
Kemarin panitia lomba terdiri atas siswa kelas X dan XI yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pabrasdja. Sementara itu, kelas XII menjadi pendamping. Acara tersebut berlangsung hingga pukul 17.30. ’’Acara satu hari saja,’’ tandasnya. (ant/c7/git/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
