Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 09.02 WIB

Asyik Latih Motorik Halus dengan Meronce

MENYENANGKAN: Dwi mendampingi Deri meronce untuk melatih motorik. - Image

MENYENANGKAN: Dwi mendampingi Deri meronce untuk melatih motorik.

JawaPos.comPunya anak yang bermasalah dengan perkembangan motorik halus? Ada cara asyik. Ajak mereka meronce atau merangkai manik-manik. Secara bertahap, motorik halus anak akan terlatih dan berkembang.


Deri Bagus, misalnya, menderita cerebral palsy (CP) ringan. Bocah 11 tahun tersebut mengalami gangguan motorik sejak berusia 1 tahun. ”Baru ketahuan pada usia 1 tahun. Sebelumnya, dia diasuh orang lain,” kata Rembang Susanti, ibunda Deri.


Susanti mengungkapkan, pada usia 1 tahun, Deri belum bisa tengkurap, berbaring, dan gerakan dasar lainnya. Tumbuh kembang Deri bermasalah. Dia lantas dibawa ke dokter spesialis anak. Deri divonis menderita CP ringan. ”Otak belakangnya bermasalah,” ucap perempuan asal Pulopancikan, Kecamatan Gresik, itu.


Deri juga berobat di berbagai tempat. Mulai pijat saraf hingga pengobatan alternatif di Jombang. Diharapkan, gangguan motorik tersebut bisa teratasi. Namun, usaha itu tak banyak membuahkan hasil. Akhirnya, Deri dibawa ke Resource Center pada 2013. ”Waktu itu, Deri duduk di bangku SD. Jadi, hampir tiga tahun berjalan,” jelas Susanti.


Di Resource Center, Deri diajak bermain sambil melatih motorik halus. Caranya, merangkai manik-manik pada seuntai benang. ”Harus telaten. Jadi, motorik halus bisa dilatih dengan cara yang menyenangkan,” ujar Dwi Purwita Sari, petugas Resource Center Gresik yang mendampingi Deri.


Dwi menyebutkan, gangguan motorik halus membuat anak sulit melakukan hal kecil. Di antaranya, membuka baju dan mengenakan sepatu. ”Butuh latihan bertahap. Di rumah juga harus berlatih,” tuturnya.


Perempuan asal Bawean tersebut melanjutkan, kegiatan meronce memerlukan pendampingan orang tua. Dengan begitu, orang tua bisa melatih anak di rumah. ”Waktu orang tua dengan anak lebih banyak. Terapi hanya membantu stimulasi. Jadi, latihan bisa lebih intens di rumah,” terangnya.



Susanti menambahkan, kondisi Deri kian baik. Deri mulai bisa mengenakan baju dan sepatu secara mandiri. ”Memang harus telaten diterapi rutin,” ujarnya. (adi/c18/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore