
MENYENANGKAN: Dwi mendampingi Deri meronce untuk melatih motorik.
JawaPos.com – Punya anak yang bermasalah dengan perkembangan motorik halus? Ada cara asyik. Ajak mereka meronce atau merangkai manik-manik. Secara bertahap, motorik halus anak akan terlatih dan berkembang.
Deri Bagus, misalnya, menderita cerebral palsy (CP) ringan. Bocah 11 tahun tersebut mengalami gangguan motorik sejak berusia 1 tahun. ”Baru ketahuan pada usia 1 tahun. Sebelumnya, dia diasuh orang lain,” kata Rembang Susanti, ibunda Deri.
Susanti mengungkapkan, pada usia 1 tahun, Deri belum bisa tengkurap, berbaring, dan gerakan dasar lainnya. Tumbuh kembang Deri bermasalah. Dia lantas dibawa ke dokter spesialis anak. Deri divonis menderita CP ringan. ”Otak belakangnya bermasalah,” ucap perempuan asal Pulopancikan, Kecamatan Gresik, itu.
Deri juga berobat di berbagai tempat. Mulai pijat saraf hingga pengobatan alternatif di Jombang. Diharapkan, gangguan motorik tersebut bisa teratasi. Namun, usaha itu tak banyak membuahkan hasil. Akhirnya, Deri dibawa ke Resource Center pada 2013. ”Waktu itu, Deri duduk di bangku SD. Jadi, hampir tiga tahun berjalan,” jelas Susanti.
Di Resource Center, Deri diajak bermain sambil melatih motorik halus. Caranya, merangkai manik-manik pada seuntai benang. ”Harus telaten. Jadi, motorik halus bisa dilatih dengan cara yang menyenangkan,” ujar Dwi Purwita Sari, petugas Resource Center Gresik yang mendampingi Deri.
Dwi menyebutkan, gangguan motorik halus membuat anak sulit melakukan hal kecil. Di antaranya, membuka baju dan mengenakan sepatu. ”Butuh latihan bertahap. Di rumah juga harus berlatih,” tuturnya.
Perempuan asal Bawean tersebut melanjutkan, kegiatan meronce memerlukan pendampingan orang tua. Dengan begitu, orang tua bisa melatih anak di rumah. ”Waktu orang tua dengan anak lebih banyak. Terapi hanya membantu stimulasi. Jadi, latihan bisa lebih intens di rumah,” terangnya.
Susanti menambahkan, kondisi Deri kian baik. Deri mulai bisa mengenakan baju dan sepatu secara mandiri. ”Memang harus telaten diterapi rutin,” ujarnya. (adi/c18/roz/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
