Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 08.31 WIB

Uji Kompetensi 73 Perias Pengantin

SERTIFIKASI: Para peserta merias pada uji kompetensi tata rias pengantin gaun panjang di Lembaga Pendidikan Keterampilan Hanna Salon, Pondok Mutiara. - Image

SERTIFIKASI: Para peserta merias pada uji kompetensi tata rias pengantin gaun panjang di Lembaga Pendidikan Keterampilan Hanna Salon, Pondok Mutiara.

JawaPos.com – Akhir pekan (19/2) menjadi hari penting bagi peserta didik dari sejumlah lembaga kursus keterampilan di Jawa Timur. Sebab, mereka menjalani uji kompetensi keterampilan tata rias pengantin. Total ada 73 orang yang diuji langsung oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Pusat Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo.


Peserta yang mengikuti ujian di Lembaga Pendidikan Keterampilan Hanna Salon, Pondok Mutiara, itu tidak hanya berasal dari Sidoarjo, tetapi juga sejumlah daerah lain di Jawa Timur. ”Dari Kediri, Surabaya, Gresik, semua datang ke sini,” ujar Rohanna Chomariyah, ketua penyelenggara.


Para perias pengantin menjalani ujian teori dan praktik. Dalam tes teori, mereka menjawab pertanyaan pilihan ganda dan esai yang terkait dengan tata rias pengantin. Dalam ujian praktik, mereka diuji bagaimana harus memilih alat dan bahan rias wajah, membersihkan dan merapikan area kerja, membuat keterampilan yang mencakup merias wajah calon pengantin, membuat sanggul, memasang bunga dan perhiasan, serta memakaikan busana dan perhiasan tersebut ke pengantin.


Dalam ujian tata rias pengantin itu, ada tiga jurusan, yakni tata rias pengantin dengan gaun panjang, tata rias pengantin Solo putri, dan tata rias pengantin Jogja berkerudung. ”Sudah tentu beda-beda caranya. Gaun panjang yang gaya-gaya Eropa itu biasanya bagian belakangnya menyentuh lantai,” ujar Hanna.


Selain ciri itu, gaun panjang biasanya dilengkapi buket bunga yang biasanya dibawa mempelai perempuan. Untuk Solo putri, biasanya ada kelengkapan kembar mayang. Untuk Jogja berkerudung, sudah tentu peserta harus bisa merancang tatanan kerudung. Juga, melengkapi tambahan tasbih ronce dan setengah bawang sebungkul. ”Pembuatan itu jadi keterampilan sendiri bagi mereka yang juga diuji karena menjadi satu paket dengan tata rias pengantin,” jelas Hanna.


”Semua ada sanggulnya. Meski rias Jogja berkerudung, tetap ada sanggul di dalam kerudungnya,” lanjut Hanna. Semua peserta juga harus paham merias wajah sesuai dengan kekhasan jurusan tersebut. Selain itu, harus mengetahui cara memasangkan busana pengantin yang tepat.


”Kursus mereka yang biasanya selama tiga bulan itu lulus atau tidaknya ditentukan di sini,” ujar pengawas uji kompetensi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Sri Sutarsi. Setelah dinyatakan lulus, baik teori mapun praktik, peserta mendapat sertifikat yang diakui.



Vinuris Suhaila Irene, peserta ujian tata rias pengantin Jogja berkerudung, mengatakan tidak mengalami kesulitan dengan ujian kali ini. Sebab, materi ujian memang seputar keterampilan yang dipelajarinya selama tiga bulan. ”Nggak sulit, bisa dan mudah karena sering melakukan ini,” ujar peserta dari Kecamatan Tulangan tersebut. (uzi/c7/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore