
Ilustrasi
JawaPos.com – Kasus gantung diri tidak biasa terjadi di Metropolis. Seorang warga Jalan Wiguna Tengah VIII, Surabaya, bernama Priyo Agya Rizky, pada Kamis (16/2) kedapatan tewas gantung diri. Yang tidak lazim, jenazah ditemukan dalam kondisi telanjang dan kemaluan terikat.
Aparat kepolisian juga tidak menemukan pesan maupun surat wasiat sebagaimana umumnya korban gantung diri. Jenazah Priyo ditemukan ibunya, Sri Setyo Rahayu, yang baru tiba dari bepergian. Sri curiga lantaran pintu ruangan di lorong rumahnya terkunci dan ditutup jas hujan.
Penasaran dengan kondisi di dalam rumah dia kemudian mengintip dari luar. Sontak Sri kaget mendapati anaknya dalam kondisi tergantung. Sri spontan meminta bantuan warga sekitar. Daun jendela pun dicongkel untuk dapat masuk rumah.
''Priyo ditemukan sudah tak bernyawa,'' kesaksian salah seorang warga tetangga Sri kepada JawaPos.com menjelang akhir pekan itu. Mengetahui hal yang tidak lazim itu warga menghubungi polisi. Beberapa menit berselang, anggota Polsek Rungkut dan Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya tiba.
Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Peristiwa bunuh diri Priyo bagi sejumlah kalangan terasa janggal. ''Saat ditemukan tergantung, pelaku tidak berbusana,'' ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Kemaluan pemuda berusia 17 tahun itu dalam kondisi terikat. Ada dugaan bahwa bahwa korban punya kelainan seksual. ''Kami juga tidak menemukan surat wasiat yang biasanya disiapkan seseorang saat hendak melakukan bunuh diri saat olah TKP,'' terang Shinto.
Berdasar keterangan orang-orang terdekat, korban tidak memiliki masalah. Apalagi konflik yang berpotensi membuat pelaku mengambil jalan pintas tersebut. Namun, lanjut Shinto, kasus itu akan terus diselidiki. ''Akan kami dalami lebih jauh,'' imbuhnya.
Keluarga korban terlihat sangat kehilangan Priyo. Keluarga menolak berkomentar saat JawaPos.com mencoba menggali seputar kemungkinan penyebab pelajar SMA itu ditemukan gantung diri dalam kondisi tidak biasa. ''Jangan dulu ya. Keluarga masih dalam suasana berkabung,'' ucap salah seorang keluarga korban. (CR4/sep)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
