Jumat, 26 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Bisnis

Cara Bekraf Gandeng Mahasiswa Akuntansi Majukan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 18 Feb 2017 18:26 | editor : Muhammad Syadri

elatihan Bekraf Mengelola Keuangan dengan Smartphone di Kampus PKN STAN, Bintaro

elatihan Bekraf Mengelola Keuangan dengan Smartphone di Kampus PKN STAN, Bintaro (Rieska/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membidik anak muda untuk memberdayakan pelaku ekonomi dalam membuat pencatatan keuangan untuk usaha mereka. Karena itu Bekraf menggandeng Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Perbankan Syariah menyelenggarakan Pelatihan Mengelola Keuangan dengan Smartphone di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang.

Catatan keuangan dan membuat laporan dengan aplikasi akuntansi yang baik dinilai penting untuk pengajuan pembiayaan ke perbankan. Dengan begitu geliat usaha ekonomi kreatif terus berkembang.

“Laporan keuangan adalah salah satu syarat pelaku ekonomi kreatif dalam mengakses pembiayaan perbankan. Bekraf memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif membuat laporan keuangan dan didukung aplikasi akuntasi untuk kemudahannya,” kata Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, di STAN Bintaro, Sabtu (18/2).

STAN digandeng Bekraf dengan melibatkan relawan mahasiswa STAN untuk mendampingi pelaku ekonomi kreatif dalam membuat laporan keuangan menggunakan aplikasi akuntansi UKM. Alumni seri kelas keuangan Tangerang Selatan dengan UKM Sahabat Pajak yang berjumlah lebih dari 100 orang menjadi peserta pelatihan ini. “Perkembangan ekonomi kreatif makin pesat di berbagai bidang baik fesyen dan kuliner," jelasnya.

Pelatihan ini merupakan lanjutan seri kelas keuangan parbankan syariah yang dilaksanakan tahun lalu di Tangerang Selatan. Kali ini, pelaku ekonomi kreatif mendapat pendampingan mahasiswa STAN dalam membuat laporan menggunakan aplikasi akuntansi UKM.

Fadjar menambahkan harapannya pelaku ekonomi kreatif binaan Bekraf bisa mendapat lebih banyak pembiayaan perbankan. “Selain praktisi dan trainer keuangan, Bekraf juga menghadirkan pelaku ekonomi kreatif menceritakan success story untuk memotivasi pelaku ekonomi kreatif lainnya,” tandasnya Fadjar. (cr-1/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia