Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
JPG Today

Menyeberangi   Sungai  Dengan Perahu, Saniatun Hilang Terseret Arus 

Sabtu, 18 Feb 2017 01:30 | editor : Mochamad Nur

Tim SAR tengah mencari korban yang terseret arus sungai

Tim SAR tengah mencari korban yang terseret arus sungai (Dok.Jambi Ekspres/JPG)

JawaPos.com - Sungai Batang Tebo kembali menelan korban jiwa. Kali ini dua orang warga Dusun Paku Aji, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, bernama Saniatun (70) dan Suryani (37) yang menjadi korbannya.  Kejadian itu terjadi, Kamis (16/2) kemarin.

 Informasi yang didapat dari Danramil 416-02 Tanah Tumbuh, Kapten Arh Slamat Dainuri menyebutkan, jika kejadian bermula saat perahu yang ditumpangi Saniatun dan Suryani tenggelam. 

Diduga, perahu yang ditumpangi kedua korban tidak mampu menahan derasnya air sungai. "Kejadian sekitar pukul 10. 30 WIB, satu orang korban bernama Suryani berhasil selamat karena mampu berenang hingga ketepian,” kata Slamat seperti ditulis Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (18/2).

“Sementara Saniatun tidak mampu bertahan sehingga diseret oleh derasnya air sungai. Dan hingga saat ini jasad korban belum berhasil ditemukan ," tambahnya. 

Dijelaskannya, korban yang bernama Saniatun tersebut merupakan orang tua Serda Tabroni, Babinsa Koramil 02. Sementara Suryani adalah adik kandung Serda M Zen yang bertugas di Koramil 02 Tanah Tumbuh.

"Kedua korban merupakan keluarga besar kami, saya berharap dengan adanya musibah ini pihak keluarga yang ditinggalkan bisa diberi ketabahan. Selain itu saya juga berharap jasad korban bisa segera ditemukan ," imbuhnya.

Dikatakannya, meskipun belum membuahkan hasil, namun, hingga saat ini tim SAR \ serta BPBD Kabupaten Bungo terus melakukan pencarian jasad korban. Dalam pencarian, petugas juga dibantu warga melakukan penyisiran ke arah hilir sungai.

"Kita bersama-sama terus melakukan pencarian. Yang menjadi kesulitan yakni tingginya debit air saat ini. Pencarian kita fokuskan di sekitar tempat ditemukannya perahu yang ditumpangi korban, yakni di Dusun Rantau Embacang ," tutupnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang pinggiran sungai agar dapat waspada. "Kami menghimbau agar masyarakat selalu waspada. Selain itu kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebrang sungai dulu dengan menggunakan perahu, mengingat tingginya debit air," pungkasnya. (cr2/nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia