Jumat, 23 Jun 2017
Metropolis

Banjir Rendam Beberapa Wilayah di Surabaya

Sabtu, 18 Feb 2017 00:10 | editor : Miftakhul F.S

JawaPos.com- Sejumlah mobil dan motor yang terparkir di kawasan pertokoan Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya mogok Jumat (17/2). Penyebabnya, banjir merendam kawasan itu hingga setinggi 1 meter.

Banjir tersebut disebabkan hujan deras sejak pukul 15.30. Ketinggian air memuncak pada pukul 17.30. Kendati hujan mulai mereda, air tidak kunjung surut.

Muhammad Slamet, juru parkir setempat, menyatakan bahwa kawasan Jalan Mayjen Sungkono memang langganan banjir sejak lama. Namun, dia menganggap banjir kemarin paling parah. Biasanya, air hanya menggenang 20 cm hingga 50 cm. Namun, banjir kali ini dua kali lipatnya. ”Biasanya, tidak setinggi ini,” ujarnya.

Di jalan raya ketinggian genangan agak mending, yaitu hanya 30 cm. Meski begitu, sepeda motor tidak bisa melintas dengan mudah. Sebab, sedikit saja mesin terendam air, sepeda motor langsung mogok. Kondisi itu mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Mayjen Sungkono.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Irvan Widyanto sampai menerjunkan 200 anggota linmas dan satpol PP ke wilayah itu. Mereka disebar di sejumlah titik untuk membantu warga mendorong sepeda motor yang tidak bisa jalan.

Berdasar laporan BPB linmas, banjir juga terjadi di wilayah Simohilir, Dukuh Pakis, Petemon, Jembatan Tengger, dan Sememi. Khusus wilayah Sememi, banjir terjadi karena pemasangan beton gorong-gorong belum tuntas. Proyek box culvert selebar 12 meter tersebut berhenti pada tahun lalu. Saat ini, proyek tersebut belum dilanjutkan karena menunggu lelang proyek ulang. Air yang memenuhi box culvert meluber ke jalan. Karena jalan menyempit, kemacetan terjadi di dua arah.

Banjir juga merendam kawasan Jalan Greges, Jalan Balongsari Tama, Simo Kwagean, Jalan Raya Kupang Indah, Ngesong, Tidar, dan Kranggan. Selain itu, banjir mengakibatkan kemacetan di wilayah HR Muhammad, Pemuda, Diponegoro, Panjang Jiwo, Gubeng Pojok, Pasar Kembang, Balongsari, dr Soetomo, Margomulyo, dan Kalianak. (sal/c6/git)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia