Senin, 24 Jul 2017
Hukum & Kriminal

Pengakuan Eks Dirut Garuda soal Dugaan Suap Pembelian Mesin Pesawat 

Jumat, 17 Feb 2017 23:13 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Sattar rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka suap terkait pembelian mesin pesawat. Melalui kuasa hukumnya, Luhut MP Pangaribuan, Emirsyah mengklaim pengadaan mesin Rolls Royce untuk pesawat Airbus pada 2005-2014 sudah sesuai aturan.

"Ya prosesnya sesuai aturan," kata Luhut usai menemani kliennya menjalani pemeriksaan di KPK sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (17/2).

Luhut enggan mengomentari vonis denda yang dijatuhkan Fraud Berau Officer (FBO) Inggris kepada Rolls Royce terkait suap lintasnegara tersebut. Dia mengklaim kliennya tidak terkait dengan kasus yang menjerat Rolls Royce. Bahkan, dia membantah kliennya menerima suap dari Rolls Royce.

"Ya itu urusan Roll Royce, lah. Kalau yang itu kan enggak ada hubungannya. Itu (suap, Red) tidak ada," bantahnya.

Luhut mengatakan, penyidik mengajukan 17 pertanyaan kepada Emirsyah. Menurut dia, Emir telah menjelaskan informasi yang diminta penyidik dengan apa adanya. Dia pun berjanji akan membantu KPK menyelesaikan penyidikan kasus tersebut.

Sementara itu, Emirsyah tampak pelit bicara usai menjalani pemeriksaan. Emir hanya menyatakan akan kooperatif terhadap penyidikan di KPK.

"Kita kopperatif apa adanya agar proses ini bisa lebih cepat. Jadi inilah yang kami inginkan dan tentunya kami harapkan ini enggak mengganggu garuda sendiri, ya," kata Emir.

KPK mengumumkan status tersangka Emirsyah pada 19 Januari 2017. Emirsyah diduga menerima suap sebesar Rp 20 miliar terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia.

KPK juga menemukan suap dalam bentuk barang yang diterima Emirsyah Satar senilai USD 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Selain Emir, KPK juga menetapkan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd yang juga pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Group Soetikno Soedarjo sebagai tersangka. Diduga, Soetikno menjadi perantara suap Emir dari Rolls-Royce.(put/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia