Selasa, 21 Feb 2017
Bisnis

Mitsubishi Electric Genjot Peluang Pasar Properti lewat Lift dan Eskalator

Jumat, 17 Feb 2017 20:11

Jajaran Direksi Mitsubishi dan Pembangunan Jaya

Jajaran Direksi Mitsubishi dan Pembangunan Jaya (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com – Geliat pasar properti di Indonesia saat ini sedang tumbuh pesat. Hal itu membuat PT Mitsubishi Jaya Elevator dan Escalator (MJEE) menggenjot peluang pasar dengan membuka gerai showroom di Gedung Jaya lantai 11, Thamrin, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini sudah lebih dari 7500 unit produk MJEE melayani permintaan di sektor pasar properti seperti perkantoran, apartemen, mal, rumah hunian.

MJEE juga melayani fasilitas publik seperti bandara, terminal, rumah sakit, dan universitas. Ekspor dilakukan ke wilayah Asia Tenggara hingga Eropa.

“Peluangnya kita harapkan makin baik untuk kita, tentunya yang harus kita sadari harga itu masih memegang peran penting sementara harga kita sudah yang paling murah. Penjajakannya kita selalu menonjolkan kualitas kita agar market properti memilih,” kata Presiden Direktur MJEE Christian Satrya di Gedung Jaya, Jakarta, Jumat (17/2).

Pertumbuhan sektor properti ini tentu menunjang pemesanan lift dan eskalator. Targetnya adalah pengembang, arsitek, konsultan, dan para pengguna lainnya. Teknologi terus dikembangkan dengan membuat konsep ramah lingkungan pada lift dan eskalator.

“Teknologi lift atau elevator kami sudah didesain supaya tak  terlalu boros energi. Jadi produknya hemat energi. Di elevator misalnya ada Destination System saat orang menekan tombol menentukan lantai tujuan sebelum. Maka kami terapkan menekan tombol lantai tujuan dulu sebelum naik lift lebih menghemat energi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Direktur PT Pembangunan Jaya Sutopo Kristanto. Sasaran produk MJEE tersebut diperuntukan untuk properti skala menengah atas seperti apartemen, mal, dan perkantoran. 

Diakuinya pertumbuhan properti saat ini berkembang pesat terutama di wilayah pinggiran Jakarta. 

Tahun ini, lanjutnya, angin segar masih tetap dirasakan para pengusaha properti. Khusus untuk hotel, menurut Sutopo pertumbuhan lebih terjadi di hotel kelas menengah bintang 3-4.

“Saya kira tahun ini masih tetap naik, walaupun ada pengurangan dari tahun-tahun sebelumnya. Apartemen lebih baik dan peluang bagi bisnis elevator ini. Pembangunan apartemen saat ini sejalan dengan konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD) agar hunian tak terjadi crossing perjalanan,” katanya. (cr1/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia