Selasa, 21 Feb 2017
Entertainment

Dewi Persik dan Nassar Ribut, KPI Pusat Panggil Pihak D'Academy

Jumat, 17 Feb 2017 18:33

Dewi Persik

Dewi Persik (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Pertengkaran Dewi Persik dan Nassar dalam acara D'Academy berbuntut panjang. Akibat kejadian itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memanggil Indosiar pada hari ini (17/2) untuk dimintai klarifikasi terkait tayangan D’Academy 4 pada 14 Februari 2017 yang menampilkan adegan keributan sesama pengisi acara hingga keluarnya kata-kata makian dan tidak pantas.

Seperti dilansir laman KPI, pertemuan berlangsung Jumat pagi. Komisioner KPI Pusat Dewi Setyarini mengatakan, pertemuan untuk meminta klarifikasi langsung dari Indosiar mengenai tayangan yang banyak diadukan publik. Pihak KPI menyayangkan munculnya kata-kata kasar dalam program dangdut tersebut.

Menurut Dewi, lebih dari 300 aduan publik masuk ke KPI Pusat yang memprotes tayangan keributan antara Dewi Persik dan Nassar dalam program D’Acedemy hari Selasa malam lalu.

"Program siaran itu wajib memperhatikan dan melindungi keberagaman khalayak baik itu terkait norma kesopanan ataupun norma kesusilaan. Program siaran juga dilarang menampilkan muatan yang mendorong anak dan remaja untuk belajar tentang perilaku yang tidak pantas,” kata Dewi Setyarini.

Sementara itu, pihak Indosiar yang diwakili GM Programming Indosiar Ekin Gabriel Surbakty menyampaikan, pihaknya sangat menyesal dan meminta maaf atas kejadian itu. Dia menyatakan hal itu merupakan kesalahan yang tidak diinginkan. Menurut Ekin, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan untuk mengalihkan tayangan ke bumper out.

"Kami sangat menyesalkan keluarnya kata-kata itu karena tidak sesuai etika dan nilai kesopanan. Kami dari pihak Indosiar pun telah melakukan permintaan maaf ke masyarakat baik secara on air maupun off air," jelas Ekin ke KPI Pusat.

Terkait penjelasan dari Indosiar, Dewi Setyarini menyatakan pihaknya akan menyampaikan bahan klarifikasi yang disampaikan Indosiar ke rapat pleno Komisioner KPI Pusat. Klarifikasi ini, menurut Komisioner bidang Isi Siaran ini, merupakan bagian dari mekanisme untuk proses selanjutnya. (ded/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia