Kamis, 30 Mar 2017
Hukum

Beri Pendampingan Hukum, Kemenlu Cari Rekam Jejak Siti Aisyah

Jumat, 17 Feb 2017 17:04

Paspor Siti Aisyah, tersangka pembunuh kakak seayah Kim Jong Un (ist for JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama Siti Aisyah mendadak menjadi pembicaraan dunia internasional pascadirinya ditangkap oleh aparat kepolisian Malaysia, karena diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak kandung seayah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Kasus yang membelit warga negara Indonesia (WNI) itu membuat pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berusaha keras mencara rekam jejak wanita kelahiran Serang, Banten itu.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurrahman M Fachir mengatakan, saat ini pihaknya fokus memberikan pendampingan terhadap Siti Aisyah yang saat ini ditahan oleh otoritas pemerintah Malaysia. Namun Kemenlu belum menjalin komunikasi dengan pemerintah Korea Utara. "Belum (koordinasi dengan Korea Utara)," ujar Abdurrahman di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2).

Selain itu, kementerian yang dipimpin oleh Retno Lestari P Marsudi itu juga belum mendapatkan rekam jejak Siti Aisyah. Menurut Abdurrahman M Fachir prioritas Kemenlu saat ini memberikan pendampingan terlebih dahulu. "Belum ada info (rekam jejak), kita hanya punya data dia WNI," katanya.

Sampai saat ini pemerintah juga berusaha mencari rekam jejak permpuan yang pernah tinggal di Tambora, Jakart Barat. "Kita belum dapat informasi itu, kalau ada info kita kasih tahu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kim Jong-nam tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau. Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam.

Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017.

Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi. (cr2/JPG)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia