Kamis, 30 Mar 2017
Hukum

Langkah Pertama yang Dilakukan Kemenlu Soal Siti Aisyah

Jumat, 17 Feb 2017 13:28

LOL: Tayangan salah satu stasiun TV Korsel yang menunjukkan rekaman CCTV dari seorang perempuan yang diduga salah satu pembunuh Kim Jong-nam. (Twitter) (TWITTER)

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap agar pemerintah Malaysia membuka selebarnya akses terhadap pemerintah Indonesia, terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh kakak beda ibu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurraman M. Fachir mengatakan saat ini langkah terpenting pemerintah adalah memberikan pendampingan termasuk memberikan bantuan hukum terhadap Siti Aisyah.

"Kita meminta yang paling pertama adalah akses konsuler kepada warga kita itu yang paling penting," ujar Abdurraman di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2).

Abdurrahman menambahkan, pemerintah Malaysia tidak boleh menutup akses kepada pemerintah Indonesia. Karena jika menyangkut permasalah WNI di luar negeri, pemerintah setempat harus membuka ruang selebar-lebarnya.

"Karena memang menyangkut warga negara kita. Sebab seorang warga negara asing terkena kasus hukum maka kewajiban negara penerima menyampaikan kepada perwakilan," katanya.

Sebelumnya, Kim Jong-nam tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau. Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam.

Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017.

Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi.(cr2/JPG)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia