Selasa, 25 Jul 2017
Humaniora

Siti Aisyah Terdaftar di Database BNP2TKI? Ini Jawabannya

Jumat, 17 Feb 2017 11:49 | editor : Thomas Kukuh

Paspor Siti Aisyah, tersangka pembunuh kakak Kim Jong Un (ist for jawa pos)

JawaPos.com - Ditangkapnya Siti Aisyah, seorang WNI kelahiran Serang, oleh otoritas Malaysia pada dini hari 16 Februari 2017, sangat mengejutkan. Sebab ia diduga terlibat dalam konspirasi pembunuhan Kim Jong-nam, saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. 

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, berdasarkan pengecekan di database lembaganya tidak ditemukan nama Siti Aisyah sebagai TKI yang bekerja di Malaysia. "Tidak ditemukan nama Siti Aisyah dalam data base BNP2TKI," ujar Nusron dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (17/2).

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan bahwa sesuai koordinasi dengan KBRI Malaysia, diketahui bahwa Siti Aisyah berada di Malaysia namun belum diperoleh informasi lengkapnya, apa yang dilakukannya di Malaysia dan bagaimana sampai disangka terlibat dalam pembunuhan warga Korea Utara. "Karena KBRI Kuala Lumpur belum mendapatkan akses kekonsuleran untuk bertemu Siti Aisyah," katanya.

Nusron memastikan pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan hukum kepada Siti Aisyah apapun status dia di Malaysia, apakah sebagai TKI atau WNI yang sedang berkunjung ke Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur kata dia, memiliki dua  tim kuasa hukum untuk memberikan pembelaan hukum kepada WNI yang menghadapi masalah hukum di Malaysia.

Karena tim kuasa hukum yang disewa KBRI Kuala Lumpur salah satunya khusus diperuntukkan untuk melakukan pembelaan hukum terhadap WNI yang dituduh melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman mati seperti pembunuhan, pemilikan senjata api secara ilegal, penculikan dan perdagangan narkotika.

"Saat ini kita masih menunggu tuduhan yang dikenakan kepada Siti Aisyah karena masih dalam proses siasatan," katanya.

Nusron mengingatkan seluruh TKI yang bekerja di Malaysia ataupun di mana saja agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mempersulit dirinya dan juga keluarganya. Bekerjalah dengan baik untuk kepentingan keluarga dan masa depan. (cr2/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia