Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Hukum

Ternyata Begini Cara Intelijen Korut Beroperasi di Indonesia, Manfaatkan Restoran di Jakarta

Jumat, 17 Feb 2017 09:10 | editor : Thomas Kukuh

Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un (AP PHOTO)

JawaPos.com - Kasus pembunuhan atas warga Korea Utara (Korut) bernama Kim Jong-nam yang disebut-sebut sebagai kakak tiri Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Senin (13/2) begitu mengejutkan dunia. Terlebih masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu tersangka pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara itu adalah seorang WNI bernama Situ Aisyah.

Kini berkembang kabar bahwa Siti Aisyah merupakan agen dari lembaga telik sandi Korea Utara. Dia sengaja direkrut dan diberi misi untuk menghabisi Jong-nam.

Laman The Star Malaysia melaporkan, lembaga intelijen Korut yang dikenal dengan sebutan Reconnaissance General Bureau (RGB) sudah lebih dari dua dekade beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sumber di kalangan intelijen menyebut operasi RGB di tiga negara itu merupakan jaringan terbesar di luar Korut. RGB disebut-sebut lebih memilih beroperasi di Malaysia dan Singapura. RGB pula yang mengelola operasi klandestin negeri yang beribu kota di Pyongyang itu.

Untuk menutupi operasi RGB di ketiga negara itu maka mereka biasanya menggunakan agen-agen yang menyamar sebagai insinyur, konsultan teknik konstruksi, hingga membuka restoran Korea. “Mereka menggunakan restoran sebagai front utama untuk melakukan kegiatan intelijen dan pengawasan, menyasar politikus Jepang dan Korea Selatan, diplomat, petinggi perusahaan dan pengusaha,” ujar sumber The Star.

RGB berada di bawah kendali Kementerian Keamanan Negara dan melaporkan hasil kerjanya langsung ke Kim Kong-un. Di Indonesia, agen-agen RGB juga mengoperasikan pabrik-pabrik tekstil termasuk di Jakarta. “Salah satunya terletak di atas sebuah restoran Korea Utara di pusat Jakarta yang menjadi bagian dari kantor RGB di Indonesia,” ujar sumber itu.

Dan untuk membiayai jaringan yang rumit, RGB juga menyelundupkan narkoba. Salah satu yang terungkap adalah penyelundupan 125 kilo heroin ke Australia menggunakan kapal dagang bernama Pong Su pada 2003.

Sumber itu menyebut penyelidikan oleh kepolisian Australia mengungkap bahwa RGB menggunakan Port Klang yang dikenal sebagai pelabuhan laut utama di Selangor, Malaysia sebagai tempat transit narkoba. Narkoba dibedah dan dikemas ulang di Port Klang untuk diselundupkan ke negara lain.

Sumber itu juga menuturkan, RGB pada awal 2000-an menggunakan Malaysia sebagai tujuan untuk mengubah rute pergerakan bahan-bahan kimia berbahaya termasuk untuk membuat gas saraf ke ibu kota Korut, Pyongyang melalui Tiongkok. (ara/jpnn/jpg) 

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia