Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Music & Movie

NDX AKA, Kuli Bangunan yang Sukses Jadi Musisi Hip-hop Dangdut

Kamis, 16 Feb 2017 11:31 | editor : Ilham Safutra

NDX AKA

NDX AKA (Dedi Yondra/JawaPos.com)

JawaPos.com - NDX AKA menjadi idola baru panggung musik di Yogyakarta saat ini. Di setiap penampilannya, grup yang mengusung musik hip-hop dangdut ini tidak pernah sepi penonton.

Siapa NDX AKA?
NDX AKA adalah grup musik yang dimotori Yonanda Frisna Damara (21) dan Fajar Ari (22). Nama tersebut diambil dari gabungan ND adalah nada, dan X berasal dari kata extreme. Uniknya, kedua personel ini dulunya adalah pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan di kawasan Imogiri, Yogyakarta.

Lantas Fajar dan Yonanda sepakat menyisihkan gaji untuk membuat dan merekam lagu. "Awalnya iseng-iseng aja, trus kami nabung Rp 50 ribu tiap Sabtu untuk bikin lagu dan rekaman," kata Yonanda kepada JawaPos.com ditemui di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

NDX AKA mantap memilih dangdut sebagai musik yang diusung. Mereka menggabungkan musik asli Indonesia ini dengan gaya bernyanyi seorang rapper.

Pada bagian lirik, NDX AKA menggunakan bahasa Jawa. Fajar dan Yonanda menulis lagu sederhana yang semua terinspirasi dari pahitnya kisah cinta mereka. Keduanya kerap ditinggal kekasih karena alasan tidak punya duit dan tampang yang pas-pasan. "Curhatan hati membawa rezeki," ujar Yonanda.

NDX AKA kemudian menyebarluaskan lagu-lagu yang dibuat mulai 11 September 2011. Dari sana mereka membuka akses kepada publik untuk bisa mendengar dan mengunduh lagu-lagu secara gratis. Popularitas NDX AKA semakin dikenal pada 2014 saat merilis video bertajuk Bojoku Digondol Bojone di situs YouTube.

Lagu tersebut kemudian semakin dikenal masyarakat luas. Karier bermusik NDX AKA pun mulai dirintis di Kota Gudeg. Mereka kemudian mendapat tawaran panggung pertama kali di sebuah acara senam dengan bayaran hanya Rp 65ribu.

Setelah itu, nama NDX AKA semakin dikenal. Banyak yang membicarakan mereka di media sosial ataupun hanya lewat mulut ke mulut. Tawaran manggung pun mulai padat. NDX AKA kini sedikitnya mengisi acara sebanyak lima kali dalam sebulan. Bahkan jadwal panggung mereka bisa sampai 20 kali dalam satu bulan. Tentu dengan bayaran yang lebih banyak, hingga Rp 30 juta.

Popularitas NDX AKA pun kini terdengar oleh pelaku industri musik tanah air. Mereka mengaku sudah banyak mendapat tawaran untuk bergabung dengan label raksasa ibu kota. "Enam label dari Jakarta nawari kami. Tapi kami tidak mau karena masih pemula di industri musik takutnya ada apa-apa," ungkap Fajar.

"Kemarin baru bikin lagu juga berbahasa Indonesia karena diminta stasiun televisi swasta. Kami juga pernah diundang ke acara Kick Andy," sambung Yonanda.

Hingga saat ini, NDX AKA belum tertarik merilis sebuah album fisik. Mereka menyebarkan lagu hanya via media sosial. (ded/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia