
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bersama Presiden PKS Shobul Iman.
JawaPos.com - Pemilihan gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta hampir pasti berlanjut ke putaran kedua. Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei kemarin menghasilkan kesimpulan yang sama. Yakni, tidak ada pasangan calon (paslon) yang meraih suara lebih dari 50 persen.
Khusus DKI Jakarta, mengacu pada pasal 36 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016, jika tidak ada paslon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, diadakan putaran kedua Nah, kontestan putaran kedua adalah dua paslon dengan perolehan suara terbanyak.
Memang, hasil perhitungan suara secara langsung (real count) belum final. Prosesnya masih berlangsung. KPU Jakarta akan menetapkan hasil coblosan kemarin pada 4 Maret.
Namun, berkaca pada hasil quick count, dua posisi teratas dihuni pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Selisih suara dua paslon tersebut 3-4 persen. Sangat tipis.
Tim Anies-Sandi langsung bersiap menyongsong putaran kedua. "Kami siap merangkul siapa pun," kata Anies. Yang jelas, pihaknya akan mengevaluasi pergerakan di putaran pertama untuk menyempurnakan strategi menjalani persaingan di putaran kedua.
Boy Bernardi Sadikin, ketua tim relawan Anies-Sandi, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat. Terutama mendekati partai-partai politik pengusung Agus-Sylvi. Dia menyatakan, beberapa yang akan diajak berkoalisi sebenarnya memiliki pandangan serupa soal Jakarta ke depan. "Bagaimana membuat Jakarta maju, menjadi tempat yang nyaman bagi warganya," ujar dia.
Di sisi lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta segenap kader partainya segera bersiap untuk berjuang kembali, menjalani persaingan di putaran kedua. "Kami bersiap kembali kalau putaran kedua berjalan sehingga Jakarta nanti benar-benar yang pada kenyataannya bisa menghasilkan kerja," kata dia dalam konferensi pers di Kebagusan kemarin.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengungkapkan, semua tim sukses tentu sudah punya peta politik yang lebih jelas setelah pencoblosan kemarin. Hasil suara di setiap TPS menjadi dasar menyusun strategi pada putaran kedua.
Kontestan putaran kedua yang hanya dua pasangan calon diharapkan tidak membuat situasi lebih panas. Para elite politik seharusnya mempertontonkan strategi-strategi yang elegan dan cerdas. "Jangan sampai putaran kedua itu suasana malah jadi buruk. Sebab, kalau dua (pasangan calon, Red) head-to-head itu panas. Sebagaimana waktu pilpres (2014)," ujar dia.
Mengenai peta partai politik yang ada, Komarudin menilai masih sangat dinamis. Bahkan, bisa jadi partai politik pendukung Agus-Sylvi membebaskan kader-kadernya untuk memilih. "Masih teka-teki. Semuanya serbamungkin," ucapnya. (riz/jun/bil/byu/ydh/c10/ca)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
