
Ilustrasi
JawaPos.com - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 di 101 daerah berjalan aman, lancar, dan damai. Bahkan, pilkada berlangsung meriah. Meski begitu, Pengamat Intelijen Susaningtyas Kertopati mengingatkan, perlunya waspada terhadap permainan lembaga survei ’bayaran’ yang memungkinkan untuk menimbulkan kegaduhan.
Susaningtyas mengatakan, ancaman tersebut sangat mungkin terjadi. ”Harus diwaspadai adanya propaganda yang dimainkan tim sukses pasangan calon (paslon) dan permainan penghitungan statistik dari lembaga survei. Utamanya lembaga survei baru yang marak muncul pada musim pilkada,” kata Susaningtyas, kepada wartawan, kemarin.
Selain itu, kata Susaningtyas, margin of error harus dibaca hati-hati dan seksama juga metodenya. ”Hal lain juga harus diantisipasi adanya ancaman dan gangguan keamanan pada saat penghitungan suara yang mungkin juga secara fisik,” tukasnya.
Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan, setiap paslon yang menjadi pemenang di Pilkada Serentak 2017 harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat. ”Siapapun yang menang harus mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sementara, anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudin mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 ini. Meski di berbagai daerah Pilkada diwarnai dengan masalah akurasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), serta belum diterbitkannya e-KTP bagi sebagian warga.
Selain itu juga sulitnya mendistribusi logistik karena faktor cuaca dan geografis, namun penyelenggara telah berupaya mengantisipasi dan memberi solusi jangka pendek untuk menjamin hak pilih semua warga bisa digunakan.
”Kemudian, pelaksanaan Pilkada kali ini telah membuka ruang partisipasi yang luas bagi civil society sebagai pemantau independen untuk ikut serta mengawasi jalannya Pilkada sehingga praktik kecurangan dan ketidakjujuran bisa dicegah dan bahkan dikikis,” tukasnya. (dil/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
