
Ilustrasi
JawaPos.com – Hari Kanker Anak Internasional menjadi saat yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk memastikan anak-anak dan remaja penderita kanker mendapatkan perawatan yang tepat. Tenaga kesehatan, orang tua, keluarga, dan masyarakat berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Caranya dengan mengurangi kematian penyakit tidak menular melalui pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan dengan mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan. Jika tujuan ini tercapai, hal itu bisa mengakhiri kemiskinan dan kesenjangan pada tahun 2030. Perubahan positif dalam kehidupan anak-anak remaja penderita kanker harus bisa dicapai.
Dalam laman Hari Kanker Anak Internasional (ICCD) 2017, ada semangat yang diserukan bersama menyelamatkan masa depan anak penderita kanker dengan lagu "We Are One", dan tanda pagar di media sosial #Together4kidswcancer #Togethercreatingbetterfutures. Sedikitnya ada tujuh langkah nyata yang ditularkan oleh masyarakat dunia.
Langkah 1. Mari menghormati keberanian luar biasa dan kekuatan anak-anak atau remaja penderita kanker yang harus melalui perjalanan pengobatan yang lama, sulit dan menyakitkan.
Langkah 2. Mari mengakui dan mendukung tekad yang luar biasa dari orang tua dan keluarga untuk memperjuangkan dan menyelamatkan nyawa anak-anak mereka.
Langkah 3. Mari menghargai praktisi yang berdedikasi secara medis, tenaga kesehatan profesional, relawan dan pendukung, yang tanpa mengenal lelah memberikan keahlian dan pengalaman serta kualitas pengobatan dan untuk anak-anak atau remaja penderita kanker.
Langkah 4. Mari memberi semangat bagi pemerintah baik nasional dan internasional yang telah menyelamatkan anak dan remaha penderita kanker.
Langkah 5. Mari bergabung dan melakukan advokasi untuk dukungan lebih bagi penelitian kanker anak, obat dan perawatan, sehingga meminimalisir kecacatan dan kematian akibat kanker pada anak dan remaja.
Langkah 6. Mari berikan dukungan penuh kepada anak dan remaja penderita kanker sehingga mereka bisa pulih dari trauma.
Langkah 7. Mari ciptakan rasa kebersamaan dengan mewujudkan masa depan anak yang lebih baik. Ketika satu anak menderita, maka seluruh dunia juga menderita. (cr1/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
